| dc.description.abstract | Mahasiswa perantau rentan mengalami kesepian akibat tuntutan adaptasi dan
perubahan lingkungan sosial di tempat baru. Dukungan sosial menjadi salah satu faktor
penting dalam memahami kesepian pada mahasiswa perantau. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui peran dukungan sosial terhadap kesepian pada mahasiswa perantau
di salah satu universitas di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda. Subjek penelitian berjumlah
107 mahasiswa perantau yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling
dengan pendekatan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan
UCLA Loneliness Scale Version 3 dan Multidimensional Scale of Perceived Social
Support. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa model regresi
secara keseluruhan signifikan dengan niali F(3,103) = 19.20 dan p < .001, sehingga
dukungan sosial berperan terhadap kesepian pada mahasiswa perantau. Sementara itu,
dukungan keluarga menunjukkan peran yang signifikan dengan nilai p = .006 dan
β = -0.253, serta dukungan teman menunjukkan peran yang signifikan dengan nilai
p < .001 dan β = -0.349. Sebaliknya, dukungan dari significant other tidak
menunjukkan peran yang signifikan dengan nilai p = .061 dan β = -0.171. Nilai
koefisien determinasi (R2) sebesar 0.358 menunjukkan bahwa dukungan sosial mampu
menjelaskan 35,8% variasi kesepian pada mahasiswa perantau. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diterima, maka semakin
rendah tingkat kesepian yang dirasakan. Dengan demikian, dukungan sosial,
khususnya dari keluarga dan teman, memiliki peran penting dalam membantu
mahasiswa perantau menghadapi proses adaptasi dan mengurangi kesepian. | en_US |