Show simple item record

dc.contributor.authorWafi, Muhammad Kautsar
dc.date.accessioned2026-07-31T08:17:11Z
dc.date.available2026-07-31T08:17:11Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/65327
dc.description.abstractPenelitian ini membahas strategi Sri Lanka dalam membangun kembali kohesi sosial setelah krisis multidimensi pada periode 2020–2024 yang ditandai oleh krisis ekonomi, instabilitas politik, serta meningkatnya fragmentasi sosial. Krisis tersebut menyebabkan menurunnya kemampuan negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan memperburuk ketidakpercayaan publik terhadap institusi pemerintahan. Penelitian ini menggunakan konsep kohesi sosial dari Leininger dkk. (2021) yang terdiri dari tiga indikator utama, yaitu inclusive identity, trust, dan cooperation for the common good. Argumen sementara penelitian ini menyatakan bahwa pemulihan kohesi sosial Sri Lanka dipengaruhi oleh kombinasi kebijakan ekonomi inklusif, rekonsiliasi lintas komunitas, serta penguatan partisipasi masyarakat sipil. Temuan penelitian menunjukkan bahwa krisis ekonomi 2022 menjadi katalis melemahnya trust, namun sekaligus membuka ruang solidaritas lintas etnis melalui gerakan Aragalaya. Pemerintah pasca-krisis mulai menerapkan strategi kebijakan inklusif melalui reformasi jaminan sosial, pemerataan layanan publik, kerja sama dengan lembaga internasional seperti IMF, serta revitalisasi agenda rekonsiliasi. Strategi ini berkontribusi pada pemulihan kohesi sosial secara bertahap melalui peningkatan identitas inklusif, pemulihan kepercayaan, dan penguatan kerja sama sosial.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAragalayaen_US
dc.subjectInclusive Identityen_US
dc.subjectKohesi Sosialen_US
dc.subjectKrisis 2020–2024en_US
dc.subjectSri Lankaen_US
dc.subjectTrusten_US
dc.titleStrategi Sri Lanka Dalam Membangun Kohesi Sosial Setelah Krisis 2020-2024en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21323030


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record