| dc.description.abstract | Penelitian ini menganalisis keputusan Jepang menarik diri dari International
Whaling Commission (IWC) pada tahun 2018 pada era pemerintahan Shinzo Abe.
Kajian ini berfokus pada ketegangan antara identitas nasional Jepang sebagai
negara maritim dengan perkembangan norma konservasi internasional di IWC,
serta logika tindakan yang mendorong Jepang mengambil keputusan tersebut.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan
(literature review) melalui penelaahan literatur akademik, dokumen dan laporan
terkait, serta sumber media terkait. Kerangka analisis mengacu pada
konstruktivisme Alexander Wendt yang dikembangkan oleh Trine Flockhart
melalui empat proposisi, yaitu identitas sebagai social fact, norma sebagai struktur
ideasional, logic of appropriateness, dan critical juncture. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa keputusan Jepang dipengaruhi oleh identitas nasional sebagai
negara maritim yang diperkuat aktor politik domestik era Shinzo Abe, menguatnya
norma konservasi IWC sejak moratorium 1986 yang dipersepsikan bertentangan
dengan kepentingan Jepang, serta kegagalan membangun shared understanding
dalam interaksi sosial di IWC. Kebijakan perburuan paus lebih tepat dipahami
melalui logic of appropriateness daripada logic of consequences. Konferensi IWC
ke-67 di Florianópolis tahun 2018 menjadi critical juncture yang mempertegas
inkompatibilitas antara IWC dan kepentingan Jepang, sehingga penarikan diri
dipilih sebagai strategi mempertahankan agenda kebijakan perburuan pausnya. | en_US |