Studi Etnomedisin dan Potensi Farmakologi Tanaman Obat Tradisional Berbasis Nilai Keislaman Pada Masyarakat Suku Rejang di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu
Abstract
Latar belakang: Indonesia memiliki keanekaragaman hayati dan budaya yang
mendukung praktik etnomedisin, namun pengetahuan lokal tentang pemanfaatan
tanaman obat tradisional masih terbatas pendokumentasiannya. Kabupaten
Kepahiang, Provinsi Bengkulu, dihuni masyarakat Suku Rejang yang masih
mempertahankan pengobatan tradisional dengan potensi tanaman biofarmaka yang
tinggi, tetapi kajian etnomedisin yang mengaitkan potensi farmakologis dan nilai
keislaman masih minim.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis tanaman obat tradisional,
mendeskripsikan praktik etnomedisin masyarakat Suku Rejang, menganalisis
potensi farmakologis tanaman berdasarkan kajian literatur, serta mengkaji
keterpaduannya dengan nilai-nilai keislaman.
Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode
Participatory Action Research (PAR). Informan dipilih secara purposive sampling
dan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam,
observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dan kuantitatif
etnomedisin meliputi Use Value, Informant Consensus Factor, Relative Frequency
of Citation, dan Fidelity Level.
Hasil: Diperoleh 58 jenis tanaman obat untuk berbagai keluhan kesehatan. Kunyit
memiliki nilai UV dan RFC tertinggi, sedangkan kelapa dan jahe termasuk cukup
tinggi. Praktik penggunaan tanaman obat menunjukkan keterpaduan dengan nilai
keislaman melalui doa, ikhtiar, prinsip halal dan bersih, serta penghindaran unsur
syirik.
Kesimpulan: Etnomedisin Suku Rejang menunjukkan keterpaduan pengetahuan
tradisional, potensi farmakologis, dan nilai keislaman.
Collections
- Pharmacy [2101]
