| dc.description.abstract | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya potensi pencemaran logam berat
kadmium (Cd2+) pada air lindi TPA Piyungan yang berbahaya bagi lingkungan dan
kesehatan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kemampuan bio-membran
berbasis serat bambu teraktivasi asam sitrat sebagai adsorben alami dalam
menurunkan kadar Cd2+ serta menentukan kondisi optimum adsorpsi. Penelitian
dilakukan secara eksperimental melalui preparasi bio-membran yang diaktivasi
menggunakan asam sitrat, kemudian dikarakterisasi menggunakan FTIR dan SEM.
Pengujian adsorpsi dilakukan dengan metode batch melalui variasi massa adsorben,
pH, waktu kontak, dan konsentrasi awal Cd2+. Sampel air lindi didestruksi
menggunakan HNO3 selama 3 jam sebelum dianalisis menggunakan AAS,
sedangkan mekanisme adsorpsi dianalisis menggunakan model isoterm Langmuir
dan Freundlich. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bio-membran mengandung
gugus fungsi hidroksil (-OH) dan karboksil (-COOH) yang berperan dalam
pengikatan Cd2+. Kondisi optimum diperoleh pada massa adsorben 75 mg, pH 6,
waktu kontak 90 menit, dan konsentrasi awal 50 ppm dengan efisiensi penyisihan
sebesar 76,97% dan kapasitas adsorpsi 25,57 mg/g. Efisiensi tertinggi pada variasi
pH mencapai 88,54%. Analisis isoterm menunjukkan proses adsorpsi mengikuti
model Langmuir dengan nilai R2 sebesar 0,9692 dan qmax sebesar 26,32 mg/g,
yang mengindikasikan adsorpsi monolayer pada permukaan homogen. Penerapan
pada air lindi nyata menunjukkan penurunan konsentrasi Cd2+ dari 2,927 ppm
menjadi 0,525 ppm dengan efisiensi sebesar 82%. Penelitian ini menyimpulkan
bahwa bio-membran serat bambu teraktivasi asam sitrat berpotensi sebagai
adsorben alternatif yang ramah lingkungan, ekonomis, | en_US |