Formulasi dan Pengujian Sediaan Topikal Hidrogel Nanopartikel Perak Kombinasi Ekstrak Pegagan dan Ekstrak Kelakai sebagai Antibiofilm
Abstract
Latar belakang: Pembentukan biofilm oleh bakteri merupakan salah satu
mekanisme utama yang berkontribusi terhadap meningkatnya resistensi bakteri
terhadap agen antimikroba. Nanopartikel perak (AgNPs) diketahui memiliki
aktivitas antibakteri dan antibiofilm yang kuat, sementara ekstrak pegagan
(Centella asiatica (L.) Urb.) dan kelakai (Stenochlaena palustris (Burm.) Bedd.)
mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi meningkatkan efektivitas
antibiofilm.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi dan mengevaluasi sediaan
topikal hidrogel yang mengandung AgNPs kombinasi ekstrak pegagan dan kelakai
sebagai antibiofilm terhadap Staphylococcus aureus.
Metode: Ekstrak diperoleh menggunakan metode ultrasound-assisted extraction
(UAE) dengan etanol 96%. AgNPs disintesis melalui metode bioreduksi,
dikarakterisasi berdasarkan ukuran partikel, polydispersity index (PDI), dan potensi
zeta, kemudian diformulasikan ke dalam hidrogel. Evaluasi meliputi organoleptik,
homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, dan stabilitas. Aktivitas
antibiofilm diuji terhadap S. aureus dan dianalisis menggunakan SPSS.
Hasil: Persentase rendemen ekstrak pegagan dan kelakai sebanyak 11,23% dan
7,46%. AgNPs menunjukkan ukuran partikel pada rentang nanopartikel dengan
distribusi ukuran homogen dan stabilitas yang baik. Seluruh formula memenuhi
persyaratan mutu fisik. Formula 2 yang mengandung AgNPs 1,5% memberikan
aktivitas antibiofilm tertinggi dengan persentase inhibisi biofilm sebesar 96,01%
dan berbeda signifikan dibandingkan formula lainnya (p<0,05).
Kesimpulan: Hidrogel AgNPs kombinasi ekstrak pegagan dan kelakai memenuhi
persyaratan mutu fisik serta berpotensi dikembangkan sebagai sediaan topikal
antibiofilm terhadap Staphylococcus aureus.
Collections
- Pharmacy [2101]
