Pengobatan Tradisional Berbasis Keagamaan: Pendekatan Etnomedisin di Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten
Abstract
Latar belakang: Dalam bidang etnomedisin, pengetahuan tumbuhan obat
didokumentasikan untuk memahami variasi penggunaannya di berbagai kelompok
etnis. Unsur keagamaan dalam pengobatan tradisional turut membentuk pandangan
masyarakat terhadap alam dan pelestarian lingkungan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis tumbuhan obat yang
dimanfaatkan masyarakat Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, serta
menggali aspek keagamaan yang melatarbelakanginya.
Metode: Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan model
sequential exploratory melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan
teknik purposive sampling, dilaksanakan pada Februari hingga April 2026 di
Kecamatan Cimanuk.
Hasil: Sebanyak 55 informan dilibatkan dalam penelitian ini. Teridentifikasi 33
spesies tumbuhan obat dari 20 famili. Jahe (Zingiber officinale) memiliki nilai Use
Value tertinggi (UV = 0,56). Tujuh belas tumbuhan memiliki nilai Fidelity Level
100%, dan nilai Informant Consensus Factor tertinggi pada kategori vaginitis (ICF
= 1). Beberapa tumbuhan seperti bangle, kumis kucing, kelor, bidara, bawang putih,
walang, kapulaga, saga, dan bambu kuning dimanfaatkan dalam konteks
keagamaan disertai pembacaan doa dan ayat Al-Qur'an.
Kesimpulan: Masyarakat Kecamatan Cimanuk memanfaatkan sebanyak 33
spesies tumbuhan obat yang berasal dari 20 famili dalam praktik etnomedisin, serta
8 jenis tumbuhan digunakan dalam konteks keagamaan. Praktik pengobatan
tradisional tersebut juga berkaitan erat dengan nilai-nilai religiositas Islam, di mana
pemanfaatan tumbuhan obat dipandang sebagai bentuk ikhtiar, sementara
kesembuhan tetap diyakini sepenuhnya berasal dari Allah SWT.
Collections
- Pharmacy [2101]
