| dc.description.abstract | Latar belakang: Infeksi bakteri dan resistensi terhadap berbagai antibiotik masih
menjadi masalah kesehatan di Indonesia, terutama akibat Staphylococcus aureus.
Kondisi ini mendorong eksplorasi sumber antibakteri baru dari bahan alam. Daun
legundi (Vitex trifolia L.) mengandung berbagai senyawa aktif yang berpotensi
sebagai antibakteri. Fraksinasi diperlukan untuk memisahkan senyawa berdasarkan
kepolarannya sehingga potensi aktivitas antibakteri tiap fraksi dapat dievaluasi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari fraksi
n-heksan daun legundi terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
Metode: Daun legundi diekstraksi dengan sonikasi dengan pelarut etanol 96%,
kemudian dilakukan fraksinasi dengan pelarut n-heksan menggunakan vacuum
liquid chromatography, dilanjutkan identifikasi senyawa dengan thin layer
chromatography. Aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode
mikrodilusi untuk menentukan nilai KHM dan KBM.
Hasil: Hasil rendemen ekstrak dan fraksi n-heksan daun legundi yang diperoleh
sebesar 14,27% dan 0,63%. Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak mengandung
alkaloid, flavonoid, fenolik, terpenoid, saponin, steroid, dan triterpenoid,
sedangkan fraksi n-heksan mengandung flavonoid, fenolik, dan terpenoid. Hasil uji
antibakteri ekstrak menunjukkan nilai KHM sebesar 6,25 mg/mL dan KBM 12,5
mg/mL. Sedangkan, fraksi n-heksan memiliki nilai KHM dan KBM >50 mg/mL.
Kesimpulan: Ekstrak etanol daun legundi memiliki aktivitas antibakteri terhadap
Staphylococcus aureus. Namun, fraksi n-heksan daun legundi diketahui tidak
menunjukkan aktivitas antibakteri. | en_US |