Show simple item record

dc.contributor.authorAzalia, Talitha Rahma
dc.date.accessioned2026-07-31T06:25:21Z
dc.date.available2026-07-31T06:25:21Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/65279
dc.description.abstractLatar belakang: Karakteristik pasien PPOK rawat inap berpotensi meningkatkan interaksi obat. Interaksi obat dapat bervariasi dalam tingkat risiko, tingkat keparahan, jenis, dan fase interaksi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengidentifikasi karakteristik pasien dan pengobatan serta mengevaluasi interaksi obat serta tingkat kepercayaan rekomendasinya pada pasien PPOK rawat inap di rumah sakit tipe C. Tujuan: Mengidentifikasi karakteristik pasien PPOK rawat inap, karakteristik pengobatan, potensi interaksi obat, serta tingkat kepercayaan rekomendasi interaksi obat pada berbagai referensi. Metode: Penelitian kuantitatif observasional menggunakan desain retrospektif potong lintang bersifat deskriptif analitik. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling pada data rekam medis dan resep pasien PPOK periode tahun 2025 yang memenuhi kriteria inklusi. Potensi interaksi obat diidentifikasi menggunakan Lexicomp, Medscape Drug Interaction Checker, dan Drugs.com. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Cohen’s Kappa. Hasil: Dari 176 pasien, mayoritas adalah laki-laki (59,1%), geriatri (54,5%), menerima 5–10 obat (55,7%), dan menjalani perawatan ≤3 hari (85,2%). Pola terapi dominan adalah kombinasi SAMA+SABA/ICS/OCS/Antibiotik/Mukolitik (69,32%). Ditemukan 1.155 (99,91%) potensi interaksi obat yang didominasi peringkat risiko B (64,97%), tingkat keparahan moderate (71,71%), mekanisme farmakodinamik (96,89%) Pasangan interaksi terbanyak adalah Salbutamol (K)+Metilprednisolon (14,10%). Lexicomp dan Drugs.com menunjukkan kesesuaian tertinggi pada keberadaan, jenis dan fase interaksi, sedangkan Medscape dan Drugs.com pada tingkat keparahan interaksi. Kesimpulan: Pasien PPOK rawat inap memiliki potensi interaksi obat yang tinggi dengan dominasi kategori moderate, farmakodinamik-aditif. Variasi hasil antar- database menunjukkan pentingnya penggunaan lebih dari satu referensi dalam pengambilan keputusan klinis yang komprehensif.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectInteraksi Obaten_US
dc.subjectPPOKen_US
dc.subjectRawat Inapen_US
dc.titleInteraksi Obat pada Pasien Paru Obstruktif Kronis (PPOK) Rawat Inap di Rumah Sakit Tipe Cen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22613124


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record