| dc.description.abstract | Latar belakang: Karakteristik pasien PPOK rawat inap berpotensi meningkatkan
interaksi obat. Interaksi obat dapat bervariasi dalam tingkat risiko, tingkat
keparahan, jenis, dan fase interaksi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk
mengidentifikasi karakteristik pasien dan pengobatan serta mengevaluasi interaksi
obat serta tingkat kepercayaan rekomendasinya pada pasien PPOK rawat inap di
rumah sakit tipe C.
Tujuan: Mengidentifikasi karakteristik pasien PPOK rawat inap, karakteristik
pengobatan, potensi interaksi obat, serta tingkat kepercayaan rekomendasi interaksi
obat pada berbagai referensi.
Metode: Penelitian kuantitatif observasional menggunakan desain retrospektif
potong lintang bersifat deskriptif analitik. Sampel diambil menggunakan teknik
total sampling pada data rekam medis dan resep pasien PPOK periode tahun 2025
yang memenuhi kriteria inklusi. Potensi interaksi obat diidentifikasi menggunakan
Lexicomp, Medscape Drug Interaction Checker, dan Drugs.com. Data dianalisis
secara univariat dan bivariat menggunakan uji Cohen’s Kappa.
Hasil: Dari 176 pasien, mayoritas adalah laki-laki (59,1%), geriatri (54,5%),
menerima 5–10 obat (55,7%), dan menjalani perawatan ≤3 hari (85,2%). Pola terapi
dominan adalah kombinasi SAMA+SABA/ICS/OCS/Antibiotik/Mukolitik
(69,32%). Ditemukan 1.155 (99,91%) potensi interaksi obat yang didominasi
peringkat risiko B (64,97%), tingkat keparahan moderate (71,71%), mekanisme
farmakodinamik (96,89%) Pasangan interaksi terbanyak adalah Salbutamol
(K)+Metilprednisolon (14,10%). Lexicomp dan Drugs.com menunjukkan
kesesuaian tertinggi pada keberadaan, jenis dan fase interaksi, sedangkan Medscape
dan Drugs.com pada tingkat keparahan interaksi.
Kesimpulan: Pasien PPOK rawat inap memiliki potensi interaksi obat yang tinggi
dengan dominasi kategori moderate, farmakodinamik-aditif. Variasi hasil antar-
database menunjukkan pentingnya penggunaan lebih dari satu referensi dalam
pengambilan keputusan klinis yang komprehensif. | en_US |