| dc.description.abstract | Latar belakang: Thibbun Nabawi merupakan pengobatan tradisional berbasis
ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur‟an dan Hadis, serta banyak diterapkan
oleh masyarakat sebagai alternatif pengobatan yang dinilai aman dan relevan
dengan nilai keagamaan. Meskipun penggunaannya semakin meluas, tingkat
pengetahuan masyarakat mengenai konsep, prinsip, dan penerapan Thibbun
Nabawi belum sepenuhnya terstandarisasi. Sehingga perlunya kajian ilmiah untuk
mengetahui pengetahuan masyarakat terhadap Thibbun Nabawi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan
masyarakat Kecamatan Belitang terhadap Thibbun Nabawi sebagai pengobatan
Tradisional Islam dengan sosiodemografi yang berpotensi memengaruhinya.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif observasional dengan
pendekatan deskriptif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Data
diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara daring kepada 120 orang
responden dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis
statistika Chi-Square.
Hasil: Responden memiliki tingkat pengetahuan baik (68,33%), cukup (25%) dan
buruk (6,67%). Terdapat hubungan signifikan antara penghasilan dan tingkat
pengetahuan masyarakat (p-value = 0,008).
Kesimpulan: Masyarakat Kecamatan Belitang memiliki tingkat pengetahuan
yang baik terhadap Thibbun Nabawi sebagai pengobatan tradisional Islam yang
bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis Nabi Muhammad SAW. Sosiodemografi
yang berhubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan adalah penghasilan. | en_US |