Show simple item record

dc.contributor.authorPutri, Deviana Rahma
dc.date.accessioned2026-07-31T03:55:12Z
dc.date.available2026-07-31T03:55:12Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/65261
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara religiusitas dan subjective well-being pada penyandang cacat tubuh non-bawaan. Asumsi awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara religiusitas dan subjective well-being pada penyandang cacat tubuh non- bawaan. Semakin tinggi tingkat religiusitas maka semakin tinggi tingkat subjective well-being pada penyandang cacat tubuh non-bawaan, sebaliknya semakin lemah tingkat religiusitas maka semakin rendah pula subjective well- being pada penyandang cacat non-bawaan. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala religiusitas yang diadaptasi dari skala Octari (2008) dan skala subjective well-being yang disusun serndiri oleh peneliti berdasarkan aspek-aspek dari subjective well-being yang dikemukakan oleh Diener (2000). Subjek penelitiannya adalah penyandang cacat tubuh yang bersifat non-bawaan. Korelasi product moment dari pearson menunjukkan nilai r = 0.550 dan p=0.00 (p<0.01). Berdasarkan hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa adanya korelasi positif yang sangat signifikan antara religiusitas dan subjective well-being pada penyandang cacat tubuh non-bawaan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectReligiusitasen_US
dc.subjectSubjective Well-Beingen_US
dc.subjectPenyandang Cacat Tubuh Non- Bawaanen_US
dc.titleReligiusitas dan Subjektif Well-Being pada Penyandang Cacat Tubuh Non-Bawaan di Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM08320318


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record