Formulasi dan Evaluasi Hidrogel Mengandung Nanopartikel Perak Ekstrak Yakon (Smallanthus Sonchifolius) Sebagai Antibiofilm Topikal
Abstract
Latar belakang: Infeksi akibat Staphylococcus aureus pembentuk biofilm menjadi
tantangan terapi karena mampu meningkatkan resistensi terhadap antibiotik. Daun
yakon (Smallanthus sonchifolius) mengandung senyawa fenolik yang berpotensi
sebagai antibakteri sekaligus agen pereduksi dalam sintesis nanopartikel perak
secara green synthesis.
Tujuan: Mengetahui karakteristik nanopartikel perak ekstrak daun yakon serta
aktivitas antibiofilm hidrogel nanopartikel perak terhadap Staphylococcus aureus.
Metode: Ekstraksi daun yakon dilakukan dengan metode infundasi dan penetapan
kadar fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu. Optimasi nanopartikel
perak dilakukan menggunakan variasi perbandingan volume ekstrak daun yakon
dan larutan AgNO3 1 mM. Karakterisasi nanopartikel dilakukan menggunakan
spektrofotometer UV-Vis dan particle size analyzer (PSA). Nanopartikel kemudian
diformulasikan ke dalam hidrogel konsentrasi 1%, 1,5%, dan 2%. Uji aktivitas
antibiofilm dilakukan menggunakan metode microplate biofilm assay dengan
pewarnaan kristal violet dan pembacaan absorbansi menggunakan ELISA reader.
Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Kruskal–Wallis.
Hasil: Kadar fenolik total infusa daun yakon sebesar 0,685 mg GAE/mL ekstrak.
Formula nanopartikel perak F1 dengan perbandingan volume ekstrak daun yakon
dan larutan AgNO3 1 mM sebesar 5 mL : 95 mL menghasilkan karakteristik
nanopartikel terbaik yang ditandai perubahan warna menjadi kuning kecoklatan.
Hidrogel nanopartikel perak memenuhi persyaratan sifat fisik sediaan topikal dan
mampu menghambat pembentukan biofilm Staphylococcus aureus, dengan formula
hidrogel 2% menunjukkan aktivitas antibiofilm paling optimal.
Kesimpulan: Hidrogel nanopartikel perak ekstrak daun yakon berpotensi
dikembangkan sebagai sediaan topikal antibiofilm terhadap Staphylococcus aureus.
Collections
- Pharmacy [2101]
