Show simple item record

dc.contributor.authorSaputra, Syafa Alan Darma
dc.date.accessioned2026-07-30T08:14:32Z
dc.date.available2026-07-30T08:14:32Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/65233
dc.description.abstractKeandalan dan ketersediaan peralatan operasional sangat penting dalam industri Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi guna menjaga stabilitas pasokan listrik nasional. PT. XYZ menghadapi tantangan terkait tingginya frekuensi kerusakan pada peralatan kritis penunjang operasional, yaitu equipment Air Compressor System. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan umur ekonomis Air Compressor System berdasarkan perhitungan Life Cycle Cost Analysis (LCCA) dengan pendekatan Equivalent Annual Cost (EAC) sebagai dasar pengambilan keputusan perbaikan atau pergantian peralatan di PT. XYZ. Penelitian ini menggunakan data historis pemeliharaan yang meliputi Corrective, Preventive, dan Predictive Maintenance dari sistem SAP IW39 periode 2016 - 2023. Pengolahan data diawali dengan penentuan parameter keandalan, di mana pengujian kesesuaian distribusi menunjukkan bahwa Mean Time Between Failure (MTBF) menggunakan distribusi Eksponensial dan Mean Time To Repair (MTTR) menggunakan distribusi Lognormal. Selanjutnya, Simulasi Monte Carlo diaplikasikan untuk memproyeksikan ketidakpastian frekuensi kegagalan sistem di masa depan secara probabilistik berdasarkan data Corrective Maintenance. Proyeksi tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam perhitungan LCCA untuk mengestimasi total biaya siklus hidup, yang mencakup biaya investasi awal, pemeliharaan rutin, serta kerugian produksi akibat berhentinya operasi (opportunity lost). Terakhir, metode EAC digunakan untuk mengonversi akumulasi biaya kumulatif tersebut menjadi nilai biaya tahunan ekuivalen guna mempermudah evaluasi ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren biaya perawatan terus meningkat seiring bertambahnya umur peralatan. Berdasarkan kalkulasi, total biaya EAC terendah tercapai pada tahun operasional tahun ke 34, yaitu pada proyeksi tahun 2049. Pada titik tersebut, nilai EAC tercatat sebesar Rp154.263.116.692,35. Titik biaya terendah ini ditetapkan sebagai umur ekonomis dari Air Compressor System karena merepresentasikan beban biaya tahunan yang paling efisien. Temuan ini memberikan landasan strategis berbasis data bagi pihak manajemen PT. XYZ untuk melakukan penggantian atau perbaikan besar (overhaul) sistem pada tahun tersebut.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectManajemen Aseten_US
dc.subjectAir Compressor Systemen_US
dc.subjectSimulasi Monte Carloen_US
dc.subjectLife Cycle Cost Analysisen_US
dc.subjectEquivalent Annual Costen_US
dc.subjectUmur Ekonomisen_US
dc.titlePenentuan Umur Ekonomis Equipment Air Compressor System Berbasis Life Cycle Cost Analysis (LCCA) Menggunakan Pendekatan Equivalent Annual Cost (EAC) di PT. XYZen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22522138


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record