Show simple item record

dc.contributor.authorPuspitaningtyas, Karin Tiara
dc.date.accessioned2026-07-30T07:59:30Z
dc.date.available2026-07-30T07:59:30Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/65229
dc.description.abstractLatar belakang: Penyakit infeksi masih menjadi masalah kesehatan, sementara penggunaan antibiotik yang tidak rasional meningkatkan resistensi. Ekstrak yakon dan pegagan memiliki potensi antibakteri, namun pemanfaatan langsung terbatas oleh stabilitas dan pelepasan zat aktif. Pengembangan nanohidrogel kombinasi kedua ekstrak diharapkan meningkatkan stabilitas dan efektivitas sebagai sediaan antibakteri topikal alternatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan nanohidrogel kombinasi ekstrak yakon (Smallanthus sonchifolius) dan pegagan (Centella asiatica) dalam sistem SNEDDS dengan fase minyak black seed oil, serta mengetahui efektivitasnya sebagai agen antibakteri topikal. Metode: Proses ekstraksi dilakukan dengan metode ultrasonic assisted extraction menggunakan pelarut etanol 96%. Formulasi SNEDDS dibuat dengan black seed oil sebagai fase minyak dan kombinasi ekstrak pegagan serta ekstrak yakon. Evaluasi SNEDDS meliputi pengukuran waktu emulsifikasi, persentase transmitan, dan nilai polidispersitas. Formulasi nanohidrogel diperoleh dengan menggabungkan basis gel dengan formulasi SNEDDS pada konsentrasi berbeda, kemudian dilakukan evaluasi karakteristik fisik seperti organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, stabilitas. Uji aktivitas antibakteri dilakukan terhadap bakteri uji menggunakan metode difusi. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Shapiro–Wilk dan uji Kruskal–Wallis. Hasil : Nanohidrogel kombinasi ekstrak yakon dan pegagan menunjukkan aktivitas antibakteri kategori kuat terhadap Staphylococcus aureus, dengan diameter zona hambat tertinggi pada F3. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan nilai signifikansi 0,011 atau p < 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Kesimpulan : Nanohidrogel kombinasi ekstrak yakon dan pegagan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Formula H-F3 menunjukkan aktivitas antibakteri tertinggi.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPegaganen_US
dc.subjectYakonen_US
dc.subjectSNEDDSen_US
dc.subjectNanohidrogelen_US
dc.subjectAntibakterien_US
dc.titlePengembangan Formulasi Nanohidrogel Kombinasi Ekstrak Pegagan (Centella Asiatica) dan Ekstrak Yakon (Smallanthus Sonchifolius) Sebagai Antibakterien_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22613135


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record