| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara orientasi keberagamaan dengan sikap toleransi pada pemeluk agama lain pada mahasiswa. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Gajah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta. Responden dengan karakteristik usia 17 tahun sampai 26 tahun berjumlah 50 orang yang dan bergama islam. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala likert. Skala disusun oleh peneliti dengan mengacu pada Religious Orientation Scale (ROS) yang dikembangkan oleh Allport dan Ross (1967) dan skala toleransi dari teori yang disusun oleh Badan Litbang dan Diklat Kementrian Agama (2010). Data yang telah dikumpulkan kemudian diproses menggunakan analisis Correlations Pearson dengan menggunakan fasilitas SPPS 16 sebagai alat untuk analisis secara statistik. Hasil yang diperoleh r = 0,301 dan p = 0,034. Hasil penelitian ini signifikan p < 0.05, maka dapat dinyatakan bahwa terdapat korelasi antara orientasi keberagamaan intrinsik dan perilaku toleransi terhadap pemeluk agama lain pada mahasiswa. Sedangkan hipotesis kedua, menunjukkan hasil analisis data korelasi sebesar r = 0,356 dan p = 0,011. Hasil penelitian ini signifikan p < 0,05, maka dapat dinyatakan bahwa terdapat korelasi antara orientasi keberagamaan ekstrinsik dan perilaku toleransi terhadap pemeluk agama lain pada mahasiswa. Sehingga hipotesis kedua yang diajukan ditolak, disebabkan karena pada hipotesis orientasi keberagamaan ekstrinsik menunjukkan hubungan negatif dengan toleransi, dan setelah dianalisis ternyata ada hubungan antara orientasi keberagamaan ekstrinsik dengan toleransi. | en_US |