Show simple item record

dc.contributor.authorBahtiar, Salsabila Ananda
dc.date.accessioned2026-07-30T07:42:06Z
dc.date.available2026-07-30T07:42:06Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/65218
dc.description.abstractLatar belakang: Pembentukan biofilm oleh bakteri merupakan salah satu faktor yang dapat menghambat proses penyembuhan luka karena meningkatkan persistensi infeksi dan melindungi bakteri dari berbagai agen antimikroba. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan agen antibiofilm yang efektif dan aman berbasis bahan alam, seperti yakon (Smallanthus sonchifolius) dan pegagan (Centella asiatica), yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri, antibiofilm, antiinflamasi, serta berpotensi mendukung proses penyembuhan luka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi nanohidrogel berbasis kombinasi ekstrak pegagan dan yakon, serta mengevaluasi aktivitas antibiofilm dari sediaan yang dihasilkan. Metode: Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode UAE dengan pelarut etanol 96%. Formulasi self-nanoemulsifying drug delivery system (SNEDDS) dikembangkan dengan menggunakan minyak jintan hitam sebagai fase minyak serta kombinasi ekstrak pegagan dan ekstrak yakon sebagai bahan aktif. Sediaan SNEDDS kemudian dievaluasi melalui pengujian ukuran partikel, nilai polydispersity index (PDI), persentase transmitan, serta waktu emulsifikasi. Selanjutnya, formulasi nanohidrogel disiapkan dengan mengkombinasikan basis gel dan formulasi SNEDDS pada berbagai konsentrasi, kemudian dilakukan evaluasi terhadap karakteristik sediaan yang dihasilkan. Uji aktivitas antibiofilm dilakukan untuk menilai kemampuan penghambatan pembentukan biofilm, sedangkan analisis one-way ANOVA digunakan untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan antar sampel uji. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanohidrogel kombinasi ekstrak daun yakon dan pegagan memiliki aktivitas antibiofilm terhadap Escherichia coli. Formula F3 dengan konsentrasi SNEDDS 2% pada konsentrasi 1000 ppm menunjukkan aktivitas antibiofilm tertinggi dengan persen inhibisi sebesar 63,46 ± 0,90%. Uji Kruskal–Wallis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan (p<0,001). Kesimpulan : Nanohidrogel kombinasi ekstrak daun yakon dan pegagan memiliki aktivitas antibiofilm terhadap Escherichia coli, dimana peningkatan konsentrasi SNEDDS dalam formula meningkatkan aktivitas penghambatan biofilm.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectYakonen_US
dc.subjectPegaganen_US
dc.subjectSNEDDSen_US
dc.subjectNanohidrogelen_US
dc.subjectAntibiofilmen_US
dc.titleFormulasi dan Uji Antibiofilm Nanohidrogel Kombinasi Ekstrak Pegagan (Centella Asiatica) dan Ekstrak Yakon (Smallanthus Sonchifolius)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22613141


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record