• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Civil Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Civil Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengaruh Campuran Bahan Additive (Bestmittel) dan Fly ash terhadap karakteristik beton mutu F’c 25 MPa

    Thumbnail
    View/Open
    21511153.pdf (47.82Mb)
    Date
    2026
    Author
    Najaha, Mohammad Ahroz
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Perkembangan sektor konstruksi mendorong kebutuhan beton berkualitas tinggi yang efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan. Salah satu inovasi yang dikembangan adalah substitusi sebagian semen menggunakan fly ash, yaitu limbah sisa pembakan batu bara dari PLTU. Substitusi fly ash dalam pengerjaan beton memerlukan waktu pengerasan dan kekuatan awal yang tinggi karena prosesnya agak lambat. Untuk mengatasi hal tersebut digunakan bestmittel sebagai accelerator untuk bahan tambah yang mampu mengeraskan beton dengan waktu yang cepat pada usia awal (7- 10 hari). Dalam penelitian ini, perencanaan campuran beton dilakukan dengan mengacu metode SNI 03-2834-2000 dengan mutu rencana sebesar 25 MPa. Sebagian semen disubstitusi menggunakan fly ash sebesar 10% dari berat semen dan ditambahkan bahan aditif bestmittel dengan empat variasi dosis, yaitu 0, 0,2%, 0,4%, dan 0,6% dari total berat semen. Pengujian yang dilakukan yaitu kuat tekan dan modulus elastisitas pada umur 7,14, dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi 10% fly ash dan variasi bestmittel berpengaruh terhadap mutu beton seiring bertambahnya umur pengujian. Nilai optimum dicapai pada kadar bestmittel 0,4% dengan kuat tekan tertinggi 28,755 MPa pada umur 28 hari, melampaui f’c rencana 25 MPa, dengan peningkatan dari umur 14 ke 28 hari sebesar 24,54%. Hal ini disebabkan kadar tersebut membentuk titik keseimbangan antara percepatan hidrasi dan kestabilan workability sehingga menghasilkan mikrostruktur lebih rapat. Sementara itu, variasi 0,6% menghasilkan kuat tekan lebih rendah yaitu 22,533 MPa akibat penambahan bestmittel yang melebihi dosis optimum sehingga campuran lebih encer, hidrasi tidak terkontrol, dan pembentukan C-S-H menjadi tidak merata.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/65207
    Collections
    • Civil Engineering [4889]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV