Pengaruh Campuran Bahan Additive (Bestmittel) dan Fly ash terhadap karakteristik beton mutu F’c 25 MPa
Abstract
Perkembangan sektor konstruksi mendorong kebutuhan beton berkualitas tinggi yang efisien,
ekonomis, dan ramah lingkungan. Salah satu inovasi yang dikembangan adalah substitusi sebagian
semen menggunakan fly ash, yaitu limbah sisa pembakan batu bara dari PLTU. Substitusi fly ash
dalam pengerjaan beton memerlukan waktu pengerasan dan kekuatan awal yang tinggi karena
prosesnya agak lambat. Untuk mengatasi hal tersebut digunakan bestmittel sebagai accelerator
untuk bahan tambah yang mampu mengeraskan beton dengan waktu yang cepat pada usia awal (7-
10 hari).
Dalam penelitian ini, perencanaan campuran beton dilakukan dengan mengacu metode SNI
03-2834-2000 dengan mutu rencana sebesar 25 MPa. Sebagian semen disubstitusi menggunakan fly
ash sebesar 10% dari berat semen dan ditambahkan bahan aditif bestmittel dengan empat variasi
dosis, yaitu 0, 0,2%, 0,4%, dan 0,6% dari total berat semen. Pengujian yang dilakukan yaitu kuat
tekan dan modulus elastisitas pada umur 7,14, dan 28 hari.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi 10% fly ash dan variasi bestmittel
berpengaruh terhadap mutu beton seiring bertambahnya umur pengujian. Nilai optimum dicapai
pada kadar bestmittel 0,4% dengan kuat tekan tertinggi 28,755 MPa pada umur 28 hari, melampaui
f’c rencana 25 MPa, dengan peningkatan dari umur 14 ke 28 hari sebesar 24,54%. Hal ini disebabkan
kadar tersebut membentuk titik keseimbangan antara percepatan hidrasi dan kestabilan workability
sehingga menghasilkan mikrostruktur lebih rapat. Sementara itu, variasi 0,6% menghasilkan kuat
tekan lebih rendah yaitu 22,533 MPa akibat penambahan bestmittel yang melebihi dosis optimum
sehingga campuran lebih encer, hidrasi tidak terkontrol, dan pembentukan C-S-H menjadi tidak
merata.
Collections
- Civil Engineering [4889]
