Show simple item record

dc.contributor.authorWicaksono, Gusti Narendra
dc.date.accessioned2026-07-29T08:09:32Z
dc.date.available2026-07-29T08:09:32Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/65175
dc.description.abstractInternet telah digunakan pada banyak aspek kehidupan. Banyaknya aspek kehidupan yang menggunakan Internet tentu saja membutuhkan penambahan bandwidth yang sesuai. Salah satu cara untuk menghemat bandwidth adalah dengan menggunakan squid pada proxy server. Pada penelitian ini dilakukan pengujian hit dynamic content yang terdiri dari video(YouTube) dan audio(4shared) pada masing-masing squid diantaranya adalah squid Lusca dan squid 2.7. Squid Lusca merupakan cabang turunan dari squid versi 2 development tree yang dikembangkan oleh Adrian Chadd untuk memperbaiki kekurangan dalam basis kode squid versi 2. Squid 2.7 merupakan versi paling akhir dari squid versi 2 yang dianggap paling stabil dalam fungsinya. Metode yang digunakan untuk mengukur kinerja dari kedua jenis squid tersebut dilakukan dengan cara menguji berdasarkan Hit Rate dan HTTP Requests dari masing-masing squid. Dari kedua squid ini squid Lusca lebih baik dalam melakukan caching pada dynamic content. Hal ini terbukti dari lebih tingginya rata-rata hit pada Http requests, sehingga user akan lebih cepat mendapatkan halaman web yang diinginkan. Dan juga rata-rata tingginya hit rate dan request hit rate pada hit ratio, sehingga alokasi bandwidth yang digunakan untuk mengakses suatu halaman web, dapat digunakan untuk melayani request yang lain.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectbandwidthen_US
dc.subjectcacheen_US
dc.subjectdynamic contenten_US
dc.subjectproxyen_US
dc.subjectrequesten_US
dc.subjectsquiden_US
dc.subjectserveren_US
dc.titleAnalisis Hit Dynamic Content antara Squid Lusca dengan Squid 2.7en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM09523255


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record