Pemantauan Clinical Outcome Penggunaan Obat pada Pasien dengan Artritis Reumatoid di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta
Abstract
Latar belakang: Prevalensi artritis reumatoid (AR) di Yogyakarta termasuk tinggi.
Sementara tingkat remisi AR di Indonesia masih rendah. Penelitian terkait
pemantauan clinical outcome berdasarkan parameter objektif masih terbatas,
khususnya di Yogyakarta.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis regimen pengobatan, clinical
outcome setelah penggunaan obat AR dan faktor yang berasosiasi serta profil
potensi interaksi obat mayor.
Metode: Penelitian cross sectional retrospektif melibatkan pasien AR periode
2020-2025. Penilaian efektivitas berdasarkan nilai Clinical Disease Activity Index
(CDAI), sementara ROTD berdasarkan data obyektif pada rekam medis. Data
dianalisis dengan tingkat signifikansi p<0,05.
Hasil : Dari 37 pasien, terapi AR didominasi regimen kombinasi (94,6%) dengan
polifarmasi (81,1%). Dari kedua parameter clinical outcome tidak ditemukan faktor
yang berhubungan. Sebagian besar pasien (86,5%) menunjukkan efektivitas terapi.
Kejadian ROTD terjadi pada 24,3% pasien dengan kejadian terbanyak berupa
ulserasi gastrointestinal (44,4%). Sementara itu, potensi interaksi obat ditemukan
pada 35,1% pasien, terutama interaksi metotreksat dengan lansoprazol.
Kesimpulan : Terapi kombinasi pada AR memberikan luaran klinis yang baik,
namun tetap disertai risiko interaksi obat dan kejadian ROTD. Sehingga, risiko
keamanan terapi tetap perlu diperhatikan, terutama yang melibatkan obat
metotreksat.
Collections
- Pharmacy [2101]
