Mekanisme Molekuler Melastoma malabathricum sebagai Modulator Antioksidan Alami dalam Menetralkan Reactive Oxygen Species (ROS): Sebuah Tinjauan Sistematis
Abstract
Latar Belakang: Melastoma malabathricum L. memiliki potensi antioksidan, yang
dapat mengurangi stres oksidatif oleh radikal bebas, seperti yang ditunjukkan oleh
berbagai metode penelitian, termasuk uji fitokimia, in vitro, dan in vivo.
Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menyusun tinjauan komprehensif literatur ilmiah
mengenai profil fitokimia, aktivitas antioksidan Melastoma malabathricum, dan
mekanisme Melastoma malabathricum dalam menekan stres oksidatif dengan
menetralkan reactive oxygen species.
Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan sistematis, dengan
pencarian dilakukan di basis data seperti ScienceDirect, Scopus, dan PubMed.
Artikel-artikel kemudian dipilih secara sistematis sesuai dengan pedoman
PRISMA. Kriteria penyaringan meliputi artikel teks lengkap yang diterbitkan
dalam bahasa Inggris antara tahun 2016 dan 2025, yang berfokus pada original
research yang relevan dengan sifat antioksidan Melastoma malabathricum. Kata
kunci pencarian meliputi “antioksidan”, “flavonoid”, “in vitro”, “in vivo”,
“Melastoma malabathricum”, dan “stres oksidatif”. Sebanyak 40 artikel memenuhi
syarat setelah penyaringan.
Hasil: Melastoma malabathricum menunjukkan potensi sebagai antioksidan alami,
dengan senyawa bioaktif utama berupa kuersetin. Uji in vivo menunjukkan
peningkatan pada sistem antioksidan enzimatik dan non-enzimatik, serta dengan
penurunan biomarker stres oksidatif. Selain itu, Melastoma malabathricum
memodulasi jalur molekuler kunci yang melibatkan sistem glutamat dan nitric
oxide (NO), serta menekan mediator inflamasi. Peningkatan sistem antioksidan ini
menetralkan reactive oxygen species, sehingga melindungi kerusakan akibat stres
oksidatif.
Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan potensi Melastoma malabathricum
dalam mencegah stres oksidatif yang berperan dengan penyakit degeneratif.
Collections
- Pharmacy [2101]
