Show simple item record

dc.contributor.authorArisaputra, Muhammad Ferrel Ganendra
dc.date.accessioned2026-07-29T05:32:44Z
dc.date.available2026-07-29T05:32:44Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/65133
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kapasitas teknologi dan kemampuan penanggulangan bencana vulkanik di antara negara-negara vulkanik dunia, dengan Indonesia sebagai kasus sentral. Latar belakang penelitian adalah fenomena digital divide dalam konteks kebencanaan, di mana kesenjangan teknologi antarnegara berimplikasi langsung pada perbedaan kapasitas mitigasi, kesiapsiagaan, respons, dan pemulihan bencana. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif berbasis data sekunder tahun 2024 dari tujuh sumber utama, meliputi World Risk Index (WRI), Network Readiness Index (NRI), Global Innovation Index (GII), GDP per kapita World Bank, INFORM Risk Index, Smithsonian GVP, dan EM-DAT CRED, dengan sampel 55 negara vulkanik. Metode analisis meliputi analisis kuadran, regresi Ordinary Least Squares (OLS), korelasi Pearson, dan gap analysis per fase Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015–2030 dengan negara benchmark Jepang, Selandia Baru, dan Islandia. Hasil analisis menempatkan Indonesia pada kuadran Waspada (NRI 53,84; WRI 41,13). Korelasi Pearson antara NRI dan Lack of Coping Capacities menghasilkan r = −0,55 (p < 0,001), dengan model regresi Y = 69,01 − 0,85X dan R2 = 0,307. Residual positif Indonesia sebesar +27,70 poin mengonfirmasi paradoks digital divide: kapasitas penanggulangan bencana Indonesia jauh di bawah prediksi model berdasarkan modal teknologi yang dimilikinya. gap analysis mengidentifikasi ketertinggalan sistemik di seluruh fase Sendai, dengan gap terbesar pada fase pemulihan (0,42) diikuti respons (0,36), mitigasi (0,29), dan kesiapsiagaan (0,13). Penelitian merekomendasikan empat prioritas kebijakan: penguatan fondasi ekonomi untuk pemulihan, perbaikan tata kelola kelembagaan, peningkatan infrastruktur mitigasi, dan integrasi teknologi ke sistem kesiapsiagaan daerah terpencil. Keterbatasan utama penelitian ini adalah sifat analisis yang asosiatif dan bukan kausal serta bertumpu pada data agregat tingkat negara.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDigital Divideen_US
dc.subjectBencana Vulkaniken_US
dc.subjectNetwork Readiness Indexen_US
dc.subjectWorld Risk Indexen_US
dc.subjectSendai Frameworken_US
dc.subjectIndonesiaen_US
dc.subjectGap Analysisen_US
dc.titleKesenjangan Kapasitas Teknologi dan Risiko Bencana Vulkanik: Analisis Komparatif Posisi Indonesia di Antara Negara - Negara Vulkanik Duniaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22523054


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record