Pemantauan Clinical Outcome Penggunaan Obat Golongan Bisfosfonat pada Pasien Osteoporosis di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
Abstract
Latar belakang: Bisfosfonat terbukti efektif dalam meningkatkan T-score dan
menurunkan risiko fraktur. Namun, kejadian reaksi obat yang tidak dikehendaki
(ROTD) maupun interaksi obatnya telah dilaporkan dengan hasil yang bervariasi
sehingga perlu dilakukan penelitian terkait hal tersebut.
Tujuan: Menganalisis clinical outcome penggunaan obat golongan bisfosfonat dan
faktor-faktor yang memengaruhinya, serta menganalisis potensi interaksi obat
kategori mayor pada pasien osteoporosis.
Metode: Penelitian ini berdesain potong-lintang retrospektif menggunakan data
rekam medis pada periode 2015–2025. Efektivitas ditinjau menggunakan nilai bone
mineral density (BMD) dan ROTD dianalisis berdasarkan keluhan pasien.
Sementara itu, potensi interaksi obat dikaji menggunakan referensi Drugs.com dan
UpToDate® LexidrugTM. Analisis hubungan karakteristik responden dengan
efektivitas dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact (p<0,05).
Hasil: Dari 26 pasien yang dilibatkan, 96,15% pasien menerima risedronat dan 80%
di antaranya menunjukkan efektivitas. Indeks massa tubuh (IMT) berhubungan
signifikan dengan efektivitas (OR 0,066; IK 95% 0,003–0,771). Satu pasien
mengalami ROTD dengan gejala nyeri ulu hati, nyeri perut, dan mual serta tidak
ditemukan potensi interaksi obat kategori mayor.
Kesimpulan: Meskipun IMT menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap
efektivitas, lebarnya IK 95% mengindikasikan ketidakpastian analisis yang tinggi.
Penelitian lanjutan dengan sampel yang besar dan desain penelitian observasional
yang lebih baik diperlukan untuk mengungkap faktor-faktor yang memengaruhi
clinical outcome.
Collections
- Pharmacy [2101]
