Efek Penurunan Glukosa Darah Ekstrak Etanolik Kulit Buah Salak Pondoh (Salacca edulis Reinw.) Terhadap Tikus Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Aloksan
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek penurunan kadar gula darah dari ekstrak etanolik kulit buah salak pada tikus Wistar jantan yang diinduksi aloksan dengan parameter kadar glukosa darah puasa (KGDP). Sebanyak 30 tikus Wistar jantan dibagi kedalam 6 kelompok (N=5). Kelompok I (kontrol normal) tidak diberi perlakuan. Kelompok II (kontrol negatif) hanya diinduksi aloksan150 mg/kgBB tikus secara i.p. Kelompok III (kontrol positif) diinduksi aloksan150 mg/kgBB tikus selanjutnya diterapi dengan glibenklamid 0,9 mg/200gBB. Kelompok IV;V;VI diinduksi aloksan150 mg/kgBB tikus kemudian diterapi dengan ekstrak etanolik kulit buah salak 2,88 mg/200gBB dan 5,76 mg/200gBB; dan 11,52 mg/200gBB. Ekstrak kulit buah salak diberikan dari hari ke-4 hingga hari ke-27. Pengukuran kadar glukosa darah puasa dilakukan pada hari ke-0, hari ke-4, hari ke-11 dan hari ke-28. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tikus Wistar jantan mengalami penurunan KGDP namun belum mencapai kadar normal setelah diberi ektrak dosis I, dosis II, dan dosis III dengan masing- masing kadar glukosa puasa akhir sebesar 347,98 mg/dL, 364,68 mg/dL, dan 308,18 mg/dL. Dari hasil akhir penelitian menunjukkan adanya KGDP yang normal pada kelompok positif sedangkan kelompok lain tidak demikian. Kesimpulannya, dosis 11,52 mg/200gBB jika dibandingkan dengan kelompok negatif, dosis I dan II memberikan efek penurunan glukosa darah yang cukup signifikan namun belum mampu menurunkan kadar glukosa darah hingga normal.
Collections
- Pharmacy [2101]
