Uji Aktivitas Penghambatan Polimerisasi Hem Ekstrak Etanol dan Fraksi Kayu Tanaman Akar Kuning (Arcangelisia flava (L.) Merr)
Abstract
Penyakit malaria merupakan salah satu penyakit parasit yang disebabkan oleh genus Plasmodium dan dapat menular melalui gigitan nyamuk Anopheles. Resistensi obat antimalaria yang terjadi sekarang ini menjadi salah satu penyebab tingginya mortalitas di negara berkembang dan dalam hal ini perlu adanya pengembangan obat antimalaria baru, salah satunya berasal dari tanaman. Kayu akar kuning (A. flava) merupakan tanaman obat yang telah dilaporkan memiliki aktivitas antiplasmodial secara in vitro. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak dan fraksi kayu A. flava dalam menghambat polimerisasi hem yang merupakan salah satu mekanisme obat-obat antimalaria dan mengetahui golongan senyawa yang terkandung di dalam ekstrak atau fraksi yang paling aktif. Serbuk kayu akar kuning diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dan ekstrak pekat yang didapat difraksinasi dengan metode Vacuum Liquid Chromatography (VLC) secara bertururt-turut menggunakan fase gerak n-heksana, etil asetat dan metanol. Kemudian ekstrak dan fraksi diuji aktivitasnya dalam menghambat polimerisasi hem dan hasilnya dianalisa menggunakan analisis probit dan dinyatakan dalam IC50. Ekstrak atau fraksi yang paling aktif diidentifikasi golongan senyawanya menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan pereaksi semprot. Hasil IC50 ekstrak etanol, fraksi etil asetat dan fraksi metanol secara berturut-turut adalah 4,699; 0,406 dan 6,776 mg/mL. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas penghambatan polimerisasi hem tertinggi. Golongan senyawa yang terkandung dalam fraksi etil asetat adalah senyawa fenolik, flavonoid dan terpenoid.
Collections
- Pharmacy [2101]
