Integrasi Fine-tuning Model Whisper dan Algoritma Levenshtein Distancesebagai Pendekatan Evaluasi Pelafalan Doa Harian Oleh Anak
Abstract
Pendidikan agama Islam, khususnya dalam pembiasaan doa sehari-hari, menghadapi
tantangan dalam hal pengawasan ketepatan pelafalan. Keterbatasan pendampingan dalam
pembelajaran dalam pelafalan doa pada anak-anak, serta tidak tersedianya umpan balik saat
latihan mandiri, menyebabkan proses evaluasi bacaan belum berjalan optimal. Kondisi ini
terutama terlihat pada aspek makharijul huruf dan panjang pendek bacaan (mad), yang apabila
tidak dikoreksi sejak dini dapat menimbulkan kesalahan pelafalan yang bersifat mendasar (lahn
jali) dan berpotensi mengubah makna doa.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan machine
learning berbasis Automatic Speech Recognition (ASR) dengan memanfaatkan model Whisper
yang telah di-fine-tuning menggunakan dataset suara anak-anak, sehingga model mampu
menyesuaikan variasi karakteristik akustik anak yang berbeda dengan suara orang dewasa.
Model ini kemudian diintegrasikan dengan algoritma koreksi pelafalan berbasis multi-layer text
processing, yang mencakup penyelarasan kata, deteksi kesalahan karakter menggunakan
algoritma two-pointer, serta perhitungan tingkat kemiripan menggunakan Levenshtein Distance.
Selain itu, sistem juga dilengkapi dengan validasi berbasis aturan tajwid untuk mengidentifikasi
kesalahan makhraj dan mad sebagai bentuk deteksi lahn jali.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses fine-tuning mampu meningkatkan performa
model ASR secara signifikan dalam mengenali pelafalan anak, yang ditandai dengan penurunan
nilai Character Error Rate (CER) dari 50,33% (baseline) menjadi 8,6%. Evaluasi terhadap
algoritma koreksi pelafalan menghasilkan tingkat akurasi sebesar 92,83% dalam mendeteksi
kesalahan pada level karakter. Namun demikian, tingkat kesesuaian dengan penilaian pakar
berdasarkan koefisien Cohen’s Kappa berada pada kategori sedang (0,4713), yang menunjukkan
adanya perbedaan sensitivitas antara sistem dan manusia dalam menilai pelafalan anak. Sistem
yang dikembangkan berhasil diimplementasikan secara luring (offline) pada perangkat Android
melalui pendekatan Edge AI dengan integrasi Java Native Interface (JNI), sehingga dapat
digunakan tanpa ketergantungan pada koneksi internet. Dengan demikian, sistem ini berpotensi
menjadi media pembelajaran interaktif yang mampu memberikan umpan balik otomatis untuk
mendukung latihan pelafalan doa secara mandiri pada anak-anak.
Collections
- Informatics Engineering [2730]
