Peran Apoteker Klinis dalam Analisis Drug Related Problems Berbasis PCNE pada Pasien CHF dan SIHD di RS An-Nisa Tangerang
Abstract
Latar belakang: Pasien CHF dan SIHD memerlukan terapi jangka panjang dengan
regimen kompleks yang berpotensi menimbulkan Drug Related Problems (DRPs).
Peran apoteker klinis dalam pengelolaan DRPs menggunakan klasifikasi PCNE
penting untuk meningkatkan keamanan terapi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis DRPs dan hubungan
karakteristik responden dengan kejadian DRPs serta mendeskripsikan intervensi
apoteker klinis dalam manajemen DRPs.
Metode: Penelitian observasional dengan desain cross-sectional menggunakan
data sekunder dari rekam medis elektronik pasien CHF dan SIHD periode Januari
–Desember 2025. Identifikasi DRPs dilakukan menggunakan PCNE V9.0. Analisis
data dilakukan secara deskriptif dan uji Chi-Square untuk menganalisis asosiasi
karakteristik responden dengan DRPs menggunakan perangkat lunak RStudio
(p<0,05).
Hasil: Sebanyak 180 pasien yang terdiri dari 170 pasien SIHD dan 10 pasien CHF.
Proporsi kejadian DRPs lebih tinggi pada pasien SIHD (18,33%) dibandingkan
dengan CHF (0,56%). Domain problems dominan adalah keamanan terapi (P2)
sebesar 71,4% dengan causes utama pemilihan obat tanpa indikasi (C1.3) sebesar
71,7%. Tidak terdapat hubungan signifikan antara usia, jenis kelamin, dan
komorbiditas dengan DRPs (p>0,05). Intervensi apoteker didominasi pada tingkat
pasien (I2) sebesar 56,7% meliputi konseling, edukasi keluarga, dan informasi
tertulis, serta komunikasi dengan dokter. Sebagian besar intervensi diterima.
Kesimpulan: DRPs pada pasien CHF dan SIHD didominasi oleh masalah
keamanan terapi (P2) akibat pemilihan obat tanpa indikasi (C1.3), dengan
intervensi apoteker terutama pada tingkat pasien (I2) yang berperan dalam
meningkatkan keamanan terapi.
Collections
- Pharmacy [2101]
