Analisis Drug Related Problems Berbasis PCNE Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di RS An-Nisa Tangerang
Abstract
Latar belakang: Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit progresif yang
memerlukan terapi jangka panjang sehingga berisiko meningkatkan Drug Related
Problems (DRPs). Identifikasi dan pengelolaan DRPs oleh apoteker klinis
diperlukan untuk mendukung terapi yang rasional.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis DRPs serta mendeskripsikan
intervensi apoteker klinis dalam manajemen DRPs pada pasien GGK.
Metode: Penelitian cross-sectional berbasis diagnosis GGK (ICD-10 N18)
menggunakan data retrospektif dari rekam medis elektronik pasien rawat inap RS
An-Nisa Tangerang periode Januari 2025-Januari 2026. Identifikasi DRPs
dilakukan berdasarkan sistem Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) versi
9.0 dan dianalisis secara deskriptif.
Hasil: Penelitian ini melibatkan 40 pasien dengan mayoritas perempuan (52,5%)
dan distribusi usia yang relatif sebanding antara kelompok dewasa dan lanjut usia.
Terdapat 1 pasien dengan kejadian DRPs terkait efektivitas terapi kategori P1.3
(gejala atau indikasi yang tidak diobati), sedangkan kejadian DRPs lainnya
termasuk kategori keamanan terapi P2.1 (kejadian obat yang merugikan yang
mungkin terjadi). Seluruh kejadian DRPs mendapatkan intervensi domain I1.2,
yaitu intervensi yang diusulkan kepada dokter penulis resep.
Kesimpulan: Tingginya proporsi intervensi yang diusulkan kepada dokter
menunjukkan bahwa peran apoteker yang berfokus pada kolaborasi melalui
pemberian rekomendasi. Kolaborasi tenaga kesehatan diperlukan untuk
mendukung pengelolaan pasien dengan gagal ginjal kronik yang lebih optimal.
Collections
- Pharmacy [2101]
