• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pemantauan Clinical Outcome Penggunaan Obat Pada Pasien Dengan Gangguan Tiroid RS Bethesda Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    22613062.pdf (3.221Mb)
    Date
    2026
    Author
    Gymnastiar, Fathan Ainurrofiq
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang: Gangguan tiroid berprevalensi tinggi dan berisiko menurunkan kualitas hidup serta menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat. Penelitian terkait regimen obat dan clinical outcome masih terbatas, khususnya di Yogyakarta. Tujuan: Penelitian ini menganalisis pengaruh dari karakteristik pasien terhadap clinical outcome penggunaan obat gangguan tiroid serta potensi interaksi obatnya. Metode: Menggunakan desain potong-lintang pada pasien gangguan tiroid secara retrospektif. Evaluasi efektivitas terapi dan kejadian ROTD dilakukan menggunakan rekam medis pasien. Penilaian efektivitas berdasarkan nilai TSH dan FT4, sedangkan ROTD diidentifikasi sesuai keluhan pasien atau parameter objektif. Hubungan antarvariabel dianalisis melalui uji Chi-Square, sementara faktor-faktor yang berpengaruh terhadap clinical outcome menggunakan regresi logistik dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Sebanyak 150 pasien yang terdiri dari 131 hipertiroid dan 19 hipotiroid, dengan tingkat efektivitas terapi masing-masing sebesar 77,1% dan 89,5%, berturutan. Regimen terapi berhubungan signifikan dengan efektivitas terapi hipertiroid (p=0,008). ROTD pada hipertiroid didominasi mual (12,2%), sedangkan pada hipotiroid berupa tremor (5,3%) dan bradikardia (5,3%). Pada pasien hipertiroid, Nilai FT4 awal berpengaruh signifikan terhadap efektivitas (OR: 0,18; CI95% 0,05-0,75). Sedangkan komorbid dan jumlah obat berpengaruh signifikan terhadap kejadian ROTD (OR: 4,76; CI95% 1,19-18,99) dan (OR: 1,79; CI95% 1,08-2,96). Kesimpulan: Efektivitas terapi paling banyak ditemukan pada penggunaan methimazole sebagai monoterapi, namun kejadian ROTD juga relatif tinggi pada regimen tersebut.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/65066
    Collections
    • Pharmacy [2101]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV