Penyusunan Rancangan Standarisasi Proses Bisnis Inti Berdasarkan Evaluasi Tingkat Kematangan Business Process Orientation Maturity Model
Abstract
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor konveksi sering menghadapi
kendala operasional akibat keterbatasan manajerial dan ketiadaan sistem kerja yang baku.
Penelitian ini dilakukan pada Roemah Konveksi, sebuah UMKM yang proses bisnisnya
sangat bergantung pada pemilik (Owner-centric), tidak memiliki dokumentasi
operasional tertulis, dan belum menerapkan pengukuran kinerja secara sistematis.
Kondisi tersebut menyebabkan inefisiensi dan kerentanan operasional. Tujuan penelitian
ini adalah mengevaluasi tingkat kematangan proses bisnis aktual dan merumuskan
rancangan standarisasi proses bisnis inti. Evaluasi dilakukan secara spesifik pada proses
penjualan, pengadaan, dan produksi menggunakan kerangka Business Process
Orientation Maturity Model (BPOMM) dengan sembilan variabel penilaian. Pemodelan
Business Process Model and Notation (BPMN) digunakan untuk memetakan kondisi As-
is dan merancang kondisi To-be. Gap analysis dan metode 5 Whys diterapkan untuk
mengidentifikasi akar permasalahan struktural. Hasil pengukuran BPOMM menunjukkan
bahwa proses bisnis inti Roemah Konveksi berada pada level Ad Hoc dengan skor rata-
rata 3,65). Sebagai solusi perbaikan, dirumuskan peta jalan (roadmap) transformasi dua
fase. Fase 1 difokuskan untuk mencapai level Defined melalui standarisasi instruksi lisan
menjadi dokumen kerja fisik terkontrol (seperti Form Order, Routing Card, Checklist)
dan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP). Fase 2 difokuskan untuk mencapai
level Linked melalui integrasi aliran kerja menggunakan Lightweight ERP berbasis
spreadsheet cloud serta restrukturisasi organisasi berbasis proses. Standarisasi ini
dirancang agar operasional UMKM berjalan secara konsisten, terukur, dan tidak lagi
bergantung pada satu individu.
Collections
- Industrial Engineering [3109]
