Desain Kualitas Pelet dengan Metode Taguchi Multi Respon (Studi Kasus di PT Charoen Pokphand Indonesia, Sidoarjo)
Abstract
Kualitas pelet dapat diketahui dari keandalan pelet dan ketahanan pelet.Keandalan pelet diukur dari (pellet durability index), semakin tinggi (pellet durability index) maka semakin baik pula kualitasnya dan ketahanan pelet diukur dengan kadar air, semakin mendekati nilai standar, kadar air maka semakin baik pula kualitas kadar air tersebut. Untuk memperbaiki kualitas pelet, banyak sekali faktor yang harus diperhatikan. Faktor-faktor yang berpengaruh dan tidak berpengaruh harus diketahui dengan jelas.Oleh sebab itu tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kualitas pelet dan kombinasi level faktor yang optimal, serta mengetahui nilai kualitas pelet pada kondisi optimal dan peningkatannya. Kondisi level faktor pada perusahaan saat ini adalah A (tekanan uap) 1,6 bar, B (Suhu Conditioner) 85’C, C(Diameter Cetakan Pelet) 3,5mm, D(Suhu Coller) 35’C, E(Waktu didalam Coller) 3menit, F(Roller) 1,5cm, G(Lama Pencampuran) 180 detik. Dengan rata-rata nilai durabilitas pelet adalah 86,79% dan rata-rata selisih nilai kadar air dengan nilai standar adalah 0,64%. Usulan yang diberikan berdasarkan hasil perhitungan denganmetode Taguchi.Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keandalan pelet dan ketahanan peletyaitu tekanan uap, suhu conditioner, diameter cetakan pelet, suhu coller dan roller. Sedangkan kombinasi level faktor yang optimal yaitu A2 B2 C1 D2 E1 F1 dan G2 atau dengan formula A(Tekanan Uap) 1,9 bar, B(Suhu Conditioner) 85’C, C(Diameter Cetakan Pelet) 3,5mm, F(Suhu Coller) 35’C, G(Waktu di dalam Coller) 2 menit, F(Roller) 1,5 cm, G(Lama Pencampuran) 175 detik.Nilai keandalan pelet untuk rata-rata data percobaan adalah 89,23%.Berdasarkan nilai rata-rata data keandalan pelet pada kondisi awal perusahaan dan nilai rata-rata data keandalan pelet hasil percobaan, mempunyai peningkatan sebesar 2,44 atau sebesar 2,81%.
Collections
- Industrial Engineering [3109]
