Analisis Sistem Pengukuran Kinerja dengan Metode Performance Prism, Analytical Hierarchy Process, Objective Matrix, dan Traffic Light System (Studi Kasus: CV Otoda, Yogyakarta)
Abstract
Analisis pengukuran kinerja pada CV. Otoda dengan Performance Prism mereflesksikan kebutuhan dan keinginan dari setiap stakeholder yang di identifikasikan dalam bentuk tujuan (Objective) di peroleh 30 KPI yang terdiri dari tiga faset Performance Prism yaitu, strategy, process, dan capability. Meliputi 6 KPI Pimpinan, 6 KPI Karyawan, 6 Pelanggan, 6 KPI Pemasok dan 6 KPI Pemerintah. Pengukuran kinerja ini juga di dukung beberapa metode antara lain Analitical Hierarky Process dengan nilai pembobotan tertinggi pada KPI S-3 sebesar 0.0348, dan bobot terkecil pada P-6 dan C-8 sebesar 0.0006. Perhitungan pengukuran kinerja menggunakan Objecktive Matrix nilai pengukuran kinerja perusahaan sebesar 8.4809 menghasilkan penilaian kinerja “Baik”. Metode Traffic Light System didapatkan 2 KPI yang masuk dalam kategori kuning seperti KPI C-2 (Melakukan pengembangan ide-ide kreatif dan inovatif rekayasa mesin) dan KPI C-8 (Prosentase lamanya pembayaran pemasok) dan 1 KPI yang masuk dalam kategori merah yaitu KPI P-5 (Tingkat kedisiplinan Karyawan).
Collections
- Industrial Engineering [3109]
