Penerapan Overall Equipment Effectiveness (OEE) dalam Implementasi Total Productive Maintenance (TPM) pada Filling Machine di PT Coca-Cola Bottling Indonesia Central Java
Abstract
Berkembangnya teknologi manufaktur dan terus meningkatnya permintaan konsumen secara langsung memberikan dampak positif dan negatif bagi perusahaan. Salah satu dampak negatif bagi perusahaan ialah penurunan kinerja mesin. PT. Coca – Cola Bottling Indonesia Central Java sebagai salah satu produsen minuman bersoda terbesar di Indonesia memiliki permasalahan dalam kinerja Filling Machine yang merupakan mesin utama dalam proses produksi minuman. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut, penggunaan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) sangat tepat digunakan dalam penanganan hal tersebut. Dimana analisis penyebabnya dapat dihitung dengan Six Big Losses yang kemudian dapat digunakan dalam penerapan Total Productive Maintenance (TPM). Berdasarkan perhitungan dan analisis yang telah dilakukan, rendahnya nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) bulan januari, april dan agustus sebesar 75,974%, 71,005% dan 74,964% didisebabkan oleh bahan baku yang mudah rusak dan berbuih, kesalahan setup mesin,tidak dapat mendeteksi kerusakan dini, kerusakan komponen vital mesin, dan tersumbatnya selang tube. Sementara itu tingginya tingkat cacat terbesar diakibatkan oleh kerusakan mesin dan kondisi mesin yang tidak stabil, hal ini disebabkan oleh setup mesin yang belum sempurna, tersumbatnya selang tube, dan lepasnya botol pada proses butterfly.
Collections
- Industrial Engineering [3109]
