Show simple item record

dc.contributor.authorWijaya, Satria Dhimas
dc.date.accessioned2026-07-28T03:23:25Z
dc.date.available2026-07-28T03:23:25Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/64982
dc.description.abstractSungai Cibeureum pada ruas CB.64–CB.97 di Kabupaten Cilacap memiliki potensi banjir yang tinggi akibat keterbatasan kapasitas penampang dalam menampung debit aliran, terutama saat terjadi hujan berintensitas besar. Kejadian banjir pada 5 Desember 2024 menunjukkan bahwa sungai meluap dan menyebabkan genangan setinggi 60–100 cm yang berdampak pada kerugian fisik dan nonfisik serta mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa kapasitas eksisting sungai belum mampu mengalirkan debit banjir secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan analisis hidrologi dan hidraulika untuk mengetahui karakteristik banjir serta menentukan metode pengendalian yang efektif pada ruas Sungai Cibeureum yang ditinjau. Analisis dalam penelitian ini menggunakan data hidrologi berupa curah hujan untuk menentukan debit banjir rancangan pada berbagai kala ulang. Perhitungan debit banjir dilakukan untuk kala ulang 2 tahun (Q2), 10 tahun (Q10), dan 25 tahun (Q25). Hasil analisis hidrologi menunjukkan bahwa debit banjir rancangan sebesar 71,552 m3/detik untuk Q2, 225,197 m3/detik untuk Q10, dan 323,949 m3/detik untuk Q25, dengan waktu menuju debit puncak sekitar 3 jam. Hasil pemodelan kondisi eksisting menggunakan kala ulang 2 tahun (Q2) menunjukkan bahwa kapasitas penampang sungai pada beberapa titik belum mampu menampung debit banjir secara optimal, dengan kondisi kritis terjadi pada Sta.23 di bawah jembatan Sta.23,5. Hasil kalibrasi menunjukkan selisih muka air antara hasil simulasi dan kondisi lapangan sebesar ±0,6 m yang masih dapat diterima. Upaya pengendalian banjir dilakukan melalui beberapa skenario penampang sungai yang mengacu pada kriteria teknis Permen PUPR No. 12 Tahun 2014. Berdasarkan hasil simulasi, skenario 1 untuk debit Q10 dipilih karena mampu meningkatkan kapasitas aliran secara efisien tanpa perubahan geometri yang signifikan, sedangkan skenario 3 untuk debit Q25 dipilih karena memberikan kapasitas yang lebih besar melalui penyesuaian penampang yang lebih menyeluruh.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectBanjiren_US
dc.subjectDebit Banjir Rancanganen_US
dc.subjectHEC-RASen_US
dc.subjectNormalisasien_US
dc.subjectTanggulen_US
dc.titlePemodelan Banjir Sungai Cibeureum Ruas CB.64-CB.97 Menggunakan Software HEC-RAS 6.5en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21511236


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record