Show simple item record

dc.contributor.authorHerawati, Dwi Susi
dc.date.accessioned2026-07-28T03:03:30Z
dc.date.available2026-07-28T03:03:30Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/64979
dc.description.abstractPerkawinan yang dilakukan pada usia belasan dan awal dua puluhan memungkinkan perceraian, karena pada usia tersebut biasa terjadi kesulitan penyesuaian dalam perkawinan (Hurlock, 1980). Walgito (Anissa & Handayani, 2012) mengemukakan bahwa penyesuaian perkawinan yang baik dapat dicapai jika masing-masing pasangan memiliki kematangan emosi. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan secara empiris teori tersebut, subjek yang dilibatkan dengan karakteristik : perempuan yang menikah antara usia 17-23 tahun dan usia perkawinannya di bawah sepuluh tahun sebanyak 30 orang. Hipotesis penelitian ini adalah ada hubungan positif antara penyesuaian perkawinan dengan kematangan emosi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan analisis data Product Moment of Pearson. Uji asumsi yang dilakukan adalah uji normalitas dan uji linieritas. Hasil uji hipotesis didapatkan nilai p = 0.000 (p<0.05). Hal ini berarti bahwa hipotesis diterima dan mempunyai hubungan positif.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPenyesuaian perkawinan, kematangan emosien_US
dc.titlePenyesuaian Perkawinan Usia Muda pada Perempuan Ditinjau dari Kematangan Emosien_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM10320112


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record