Show simple item record

dc.contributor.authorSatriya, Budhi
dc.date.accessioned2026-07-27T04:10:26Z
dc.date.available2026-07-27T04:10:26Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/64936
dc.description.abstractWireless adalah teknologi komunikasi dimana media penghantar yang digunakan adalah udara. Dalam wireless lan ada perangkat yang disebut access point yang mampu menggabungkan antara client dengan internet. Teknologi wireless mampu menggantikan keterbatasan teknologi kabel dari segi fleksibilitas. Dalam perkembangannya wireless memiliki standard yang digunakan pada semua perangkat radio nirkabel yaitu IEEE 802.11. Namun wireless memiliki beberapa kelemahan yaitu keterbatasan jangkauan, terhalang gedung dan pohon. Karena memiliki keterbatasan maka solusinya dengan jaringan yang terdistribusi yaitu jaringan wireless mesh. Wireless mesh mampu menjangkau secara luas, jaringan ini juga memiliki fitur self-configure dan self-healing. Self-configure kemapuan yang dimiliki jaringan mesh untuk mengkonfigurasi sendiri sehingga mempercepat pembentukan jaringan baru. Selain self-configure , teknik self-healing adalah kemampuan pembetukan jalur baru apabila terjadi jalur komunikasi yang terputus sehingga mampu menjaga konektivitas. Dalam membangun jaringan wireless mesh dibutuhkan perangkat yang menjadi mesh router dan client. Mesh router bertindak sebagai penghubung antar mesh router dan mesh router dengan client. Didalam mesh router terdapat perangkat lunak yang mampu membantu mengarahkan komunikasi. Untuk mengarahkan komunikasi maka dibutuhkan sebuah routing protokol didalam mesh router atau client. Routing protokol Optimized Link State Routing Protocol (OLSR) salah satu routing protokol yang digunakan dalam jaringan wireless mesh. Routing protokol OLSR bersifat proaktif yang selalu mengupdate tabel routing secara periodik. Dengan sifat yang proaktif routing protokol OLSR diharapkan mampu memenuhi kualitas layanan atau Quality of Service (QoS) yang memadai. Parameter Quality of Service (QoS) yang digunakan seperti throughput, jitter, latency dan packet loss. Dengan parameter Quality of Service (QoS) maka dapat mengetahui kinerja dari routing protokol Optimized Link State Routing Protocol (OLSR).en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectWireless mesh,en_US
dc.subjectOptimized Link State Routing,en_US
dc.subjectQoSen_US
dc.titleAnalisis Kinerja Routing Protokol Optimized Link State pada Jaringan Wireless Meshen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM08523305


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record