Show simple item record

dc.contributor.authorPermatasari, Binarosa
dc.date.accessioned2026-07-27T03:41:35Z
dc.date.available2026-07-27T03:41:35Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/64929
dc.description.abstractAdanya virus hepatitis sering mengakibatkan peningkatan sementara pada tingkat AST dan ALT. Hepatoprotektor terbukti dalam penurunan nilai AST dan ALT, memperbaiki fungsi hati, mencegah hepatotoksik, dan menghambat inflamasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keefektifan terapi dan penggunaan biaya pada pasien hepatitis rawat inap, biaya-biaya yang beragam masing-masing hepatoprotektor pada penelitian, kemudian dianalisis menggunakan cost-consequence analysis. Penelitian menujukkan dari 57 pasien yang dilibatkan, 75,44% menggunakan pola terapi tunggal (SNMC, Biocurliv, Curcuma, Hepamers) sebagai terapi hepatoprotektor. Keefektivan dalam penurunan nilai AST dan ALT pada pola terapi tunggal Biocurliv mampu menurunkan nilai AST 68,21%, sedangkan nilai ALT sebesar 76,6%, pola terapi 2 kombinasi (SNMC + Hepamerz) menurunkan AST sebesar 73,98%, sedangkan nilai ALT sebesar 83,53%, pola terapi 3 kombinasi (curcuma+hepamerz+SNMC) menurunkan nilai AST sebesar 77,23% dan nilai ALT sebesar 73,51%. Biaya terendah terdapat pada pola terapi Curcuma tunggal (Rp.3,162,587) dengan rata- rata kelas perawatan pada kelas 3 (68,96%).en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectcost-consequence,en_US
dc.subjecthepatoprotektor,en_US
dc.subjectAST,en_US
dc.subjectALTen_US
dc.titleStudi Cost-Consequence Penggunaan Hepatoprotektor pada Pasien Hepatitis di RSUP Dr. Sardjito Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM09613166


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record