Pengaruh Variasi Kadar Tragakan sebagai Binder dalam Formulasi Sediaan Pasta Gigi Ekstrak Biji Buah Pinang (Areca catechu L.) Terhadap Stabilitas Sifat Fisik Sediaan dan Daya Antibakteri Streptococcus mutans
Abstract
Pada biji buah pinang (Areca catechu L.) diketahui mempunyai kandungan flavonoid yang bermanfaat sebagai agen alternatif penghambat bakteri Streptococcus mutans sebagai bakteri penyebab karies gigi. Sediaan pasta gigi merupakan bentuk sediaan untuk perawatan gigi paling banyak digunakan masyarakat, dalam pembuatannya diperlukan bahan pengikat yang berperan penting untuk menyatukan komponen-komponen penyusun pasta gigi seperti tragakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kadar tragakan dalam menghasilkan dan mempertahankan bentuk pasta serta mengetahui pengaruh daya hambat antibakteri pasta ekstrak biji buah pinang. Ekstraksi biji buah pinang menggunakan metode soxhletasi. Pembuatan pasta gigi dengan 3 variasi kadar tragakan,yaitu 3 %; 3,5%; 4%. Lalu dilakukan uji sifat fisik sediaan seperti homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, uji pembentukkan busa, uji mudah dikeluarkan dari tube, dan uji aktivitas antibakteri. Pada temperatur kamar (suhu 27o c) dan suhu 40oC. Dari hasil uji stabilitas fisikokimia sediaan pasta gigi menunjukan bahwa semakin tinggi kadar tragakan maka semakin tinggi viskositasnya, kemampuan dikeluarkan dari tube semakin sulit. Hasil yang diperoleh dari uji aktifitas antibakteri variasi konsentrasi kadar tragakan dalam pasta gigi ekstrak biji buah pinang tidak mempengaruhi kemampuan ekstrak dalam menghambat aktivitas bakteri S. mutans, ,hal ini ditunjukkan dengan daya hambat formula I, II dan III berturut-turut sebesar 20 mm; 23,3 mm; dan 23,4 mm.
Collections
- Pharmacy [2101]
