Analisis Rasionalitas Terapi Antibiotik Pasien Faringitis Berdasarkan Streptococcal Score di Puskesmas Ngemplak II Sleman Yogyakarta
Abstract
Faringitis adalah salah satu penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) yang masih merupakan penyakit utama di banyak negara berkembang termasuk di Indonesia. Faringitis dapat disebabkan karena virus maupun bakteri yang keduanya memiliki tanda yang sama, sehingga sulit dalam penegakan diagnosis. Streptococcal score merupakan suatu penilaian klinis yang digunakan untuk membedakan antara faringitis yang disebabkan oleh virus dan faringitis karena bakteri, terutama streptokokus grup A. Sistem skoring ini mempermudah para klinisi dalam menentukan perlu tidaknya memberikan antibiotik pada pasien faringitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase pasien faringitis di Puskesmas Ngemplak II Sleman Yogyakarta yang mendapat antibiotik, mengetahui jenis terapi yang digunakan, rasionalitas antibiotik berdasarkan streptococcal score serta mengetahui hubungan rasionalitas antibiotik dengan outcome klinik pasien faringitis. Penelitian dilakukan secara prospektif pada bulan Februari hingga Mei 2012, dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional dan melibatkan 60 pasien sebagai subjek. Analisis statistik yang digunakan adalah dengan menggunakan metode Chi Square untuk melihat hubungan antara hubungan rasionalitas antibiotik dengan outcome klinik pasien faringitis. Hasil penelitian menunjukkan 25% pasien mendapat amoksisilin dan 76,6% mendapat terapi parasetamol. Terapi antibiotik yang rasional berdasarkan streptococcal score sebesar 78,3%. Analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara rasionalitas antibiotik berdasarkan streptococcal score dengan outcome klinik pasien.
Collections
- Pharmacy [2101]
