• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Implementasi Model Life Cycle Cost (LCC) untuk Menyelesaikan Permasalahan Cost (Studi Kasus : PT. Kalinyamat Perkasa)

    Thumbnail
    View/Open
    19522020.pdf (1.705Mb)
    Date
    2023
    Author
    Wicaksnaa, Faqih Aulia
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    PT. Kalinyamat Perkasa merupakan salah satu perusahaan swasta yang berfokus pada sektor bisnis pengolahan limbah hasil produksi di PLTU Tanjung Jati B, Jepara, Jawa Tengah. Dalam menjalankan Bisnisnya perusahaan menggunakan beberapa alat berat yang mana salah satunya adalah Excavator PC - 200 Long Arm yang diproduksi oleh Komatsu. Alat berat yang dipilih dalam penelitian ini merupakan salah stau alat berat yang memiliki peran atau jam kerja paling tinggi diperusahaan. Karena merupakan alat yang memiliki nilai keaktifan tinggi, maka alat berat ini perlu diteliti lebih lanjut agar alat tersebut dapat optimal dalam kerjanya. Undercarriage Excavator merupakan bagian penting dalam kesatuan komponen Excavator. Undercarriage tentunya sangat mempengaruhi kinerja aset yang mana nantinya akan berimbas kepada tingkat produktivitas dari aset itu sendiri. Life Cycle Cost merupakan metode dalam manajemen aset yang berfungsi untuk mengetahui pengeluaran yang dikeluarkan oleh perusahaan terhadap suatu aset. Sedangkan Net Present Value berfungsi untuk melihat nilai efektivitas investasi. Adapun perhitungan ketiga yang dilakukan adalah perhitungan depresiasi yang bertujuan untuk mengetahui nilai aset diakhir masa aset tersebut. Penelitian ini membandingkan dua alternatif merek undercarriage yaitu antara merek Verona dan Itrack. Merek Verona memiliki harga yang lebih tinggi namun dengan masa pakai yang lebih tinggi pula. Sedangkan Itrack memiliki harga yang lebih ekonomis namun dengan masa pakai yang lebih sebentar dibandingkan Verona. Dalam perhitungan yang telah dilakukan didapatkan hasil perhitungan total cost menggunakan persamaan life cycle cost menunjukan bahwa Verona memiliki nilai yang lebih besar dalam satu kali penggantian sebesar Rp. 910.681.308 sedangkan untuk Itrack sebesar Rp. 892.503.547. Namun walaupun verona lebih mahal untuk perhitungan kelayakan investasi menggunakan Net Present Value undercarriage Verona memiliki nilai pengeluaran yang lebih sedikit yaitu sebesar Rp. 663.968.766 sedangkan ITrack berjumlah Rp. 671.020.390. Angka tersebut untuk perhitungan NPV 2017 hingga 2018. Adapun Nilai Depresiasi asetini pertahun sebesar 47.045.455 dengan nilai sisa ditahun 2028 sejumlah Rp. 57.500.000.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/64902
    Collections
    • Industrial Engineering [3109]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV