| dc.description.abstract | Daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) merupakan suatu tanaman yang secara empiris telah banyak digunakan sebagai obat tradisonal. Salah satunya yang telah teruji khasiatnya adalah sebagai obat luka terbuka. Penggunaan ekstrak daun binahong secara langsung untuk obat luka terbuka kurang praktis sehingga diperlukan upaya mempermudah pemakaian dengan dibuat menjadi sediaan salep. Sifat fisik salep dapat dipengaruhi oleh komponen basis pembentuknya sehingga pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi basis PEG 4000 dan PEG 400 terhadap sifat fisik salep ekstrak daun binahong. Ekstrak daun binahong dibuat dengan metode sokhletasi, formulasi dibuat dalam 3 formula dengan kombinasi PEG 4000 dan PEG 400 67% : 33%; 50% : 50%; 33% : 67%. Salep ekstrak etanol daun binahong dilihat sifat fisiknya dengan uji homogenitas, organoleptis, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas. Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan menggunakan Anova satu arah dengan taraf kepercayaan 95% yang dilanjutkan dengan t-test dan deskriptif. Hasil penelitiaan menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi basis PEG 4000 dan PEG 400 dengan konsentrasi yang berbeda tidak mempengaruhi organoleptis, homogenitas dan pH dari salep ekstrak daun binahong. Perbedaan formulasi salep ekstrak daun binahong tidak mempengaruhi daya lebar dan daya lekat salep, akan tetapi perbedaan formulasi salep ekstrak daun binahong mempengaruhi viskositas salep. | en_US |