Formulasi Salep Madu Menggunakan Basis Kombinasi Polietilenglikol 400 dan Polietilenglikol 4000: Uji Stabilitas Fisik dan Tanggapan Responden
Abstract
Madu merupakan produk alam yang dihasilkan oleh lebah yang secara empiris telah banyak digunakan sebagai obat tradisonal. Salah satunya yang telah teruji khasiatnya adalah sebagai pengobatan luka pada kaki penderita diabetes. Penggunaan madu murni secara langsung dioleskan pada kulit memberikan rasa kurang nyaman, karena daya lekatnya kurang optimal. Oleh karena itu, perlu dibuat sediaan salep yang cocok agar mudah digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi basis PEG 400 dan 4000 terhadap stabilitas fisik salep madu dan tanggapan dari responden. Formulasi dibuat dalam 3 formula dengan kombinasi PEG 400 dan PEG 4000 65:35; 60:40; 55:45. Salep madu dilihat stabilitas fisiknya dengan uji homogenitas, organoleptis, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas selama 10 minggu penyimpanan dengan 2 suhu yang berbeda dan stabilitas dengan metode freeze thaw selama 8 minggu penyimpanan. Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan menggunakan metode two way Anova dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi polietilenglikol 400 dan polietilenglikol 4000 sebagai basis salep dan lamanya penyimpanan pada suhu yang berbeda tidak mempengaruhi homogenitas dan pH dari salep madu, namun memberikan perbedaan pada viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Selain itu kadar polietilenglikol 400 berpengaruh pada stabilitas dengan metode freeze thaw. Dari hasil tanggapan responden menunjukkan bahwa formula I merupakan sediaan yang paling diterima oleh responden.
Collections
- Pharmacy [2101]
