Hubungan Pola Komunikasi Orangtua dengan Kecemasan Sosial pada Mahasiswa di Yogyakarta
Abstract
Kecemasan sosial sebagai bentuk respon negatif terhadap situasi sosial memerlukan
perhatian serius mengingat dampaknya pada kesejahteraan psikologis dan fungsi
sosial individu. Sementara itu, pola komunikasi orang tua berperan dalam
perkembangan dan kemampuan individu dalam bersosialisasi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola komunikasi orang tua dengan
kecemasan sosial pada mahasiswa di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 109
mahasiswa berusia 18–24 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive
sampling. Instrumen yang digunakan adalah Social Anxiety Questionnaire for
Adults (SAQ-A) oleh Caballo dkk. (2012) untuk mengukur kecemasan sosial dan
Revised Family Communication Pattern (RFCP) milik (Ritchie & Fitzpatrick,
1990) untuk mengukur pola komunikasi orang tua yang terdiri dari dimensi
orientasi percakapan dan orientasi konformitas. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa dimensi orientasi percakapan tidak memiliki hubungan yang signifikan
dengan kecemasan sosial dengan nilai r = 0.131 dan p = 0.175 (p>0.05), sedangkan
dimensi orientasi konformitas memiliki hubungan positif signifikan dengan
kecemasan sosial dengan nilai r = 0.403 dan nilai signifikasi p sebesar <.001
(p<0.05). Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian dimensi pola komunikasi
dalam keluarga berperan dalam pembentukan kecemasan sosial pada mahasiswa.
Collections
- Psychology [1337]
