| dc.description.abstract | Pemberian informasi obat merupakan salah satu faktor penentu dalam penggunaan obat secara benar oleh pasien sehingga tercapai kesembuhan. Di Kabupaten Gunungkidul, ISPA merupakan 10 penyakit terbesar. Kegiatan untuk mengendalikan ISPA sudah dilakukan, namun penilaian dan usaha untuk meningkatkan kelengkapan pemberian informasi obat belum dilakukan, padahal tingkat keberhasilan pengobatan ISPA juga dipengaruhi oleh penggunaan obat yang benar oleh pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara diskusi SOP penyerahan obat kepada petugas penyerah obat terhadap kelengkapan pemberian informasi obat pasien ISPA di Puskesmas Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian non-equivalent post test only design yang dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2012 dengan melibatkan 100 responden berasal dari Puskesmas Wonosari I dan Puskesmas Nglipar I sebagai kelompok kontrol dan 100 responden berasal dari Puskesmas Patuk I dan Puskesmas Ponjong I sebagai kelompok perlakuan yang diambil secara accidental sampling. Data dikumpulkan dengan pemberian kuesioner kepada responden dan observasi langsung terhadap praktik pelaksanaan pemberian informasi obat. Kelengkapan pemberian informasi obat diukur dengan menggunakan skor hasil pengisian dan menggunakan pedoman observasi. Kuesioner diambil dari penelitian Djuaria yang mengacu pada SOP penyerahan obat oleh DepKes RI. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan metode T-test untuk mengetahui pengaruh diskusi SOP penyerahan obat terhadap kelengkapan pembarian informasi obat. Hasil analisis observasi dan pengisian kuesioner sebagian besar puskesmas memiliki kelengkapan pemberian informasi obat yang cukup baik. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan antara diskusi SOP penyerahan obat yang diberikan kepada petugas penyerah obat terhadap kelengkapan pemberian informasi obat. | en_US |