Show simple item record

dc.contributor.authorWijaksono, Alfina Rahmanda
dc.contributor.authorRhamdhini, Annis Syarifatul
dc.date.accessioned2026-07-22T04:03:06Z
dc.date.available2026-07-22T04:03:06Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/64749
dc.description.abstractEtil akrilat adalah senyawa ester tak jenuh yang banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industri polimer, seperti cat, perekat, tekstil, dan pelapis. Kebutuhan etil akrilat di Indonesia yang terus meningkat belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri, sehingga masih bergantung pada impor. Oleh karena itu, diperlukan perancangan pabrik etil akrilat untuk mendukung kemandirian industri kimia nasional. Pra rancangan pabrik ini dirancang dengan kapasitas 45.000 ton/tahun menggunakan bahan baku asam akrilat dan etanol melalui reaksi esterifikasi dengan katalis asam sulfat. Reaksi berlangsung dalam reaktor alir tangki berpengaduk (CSTR) pada suhu sekitar 70°C dan tekanan 1 atm. Reaksi bersifat eksotermis dan reversibel, sehingga kondisi operasi diatur untuk memperoleh konversi yang optimal. Proses produksi terdiri dari tahap persiapan bahan baku, pembentukan produk di reaktor, serta pemisahan dan pemurnian menggunakan dekanter, menara distilasi, dan evaporator. Pendirian pabrik etil akrilat direncanakan akan didirikan di daerah Cilegon, Banten pada tahun 2030 dengan luas tanah 17,424 m2 . Kebutuhan utilitas diambil dari Sungai Cidanau meliputi kebutuhan air pendingin (1623,9911 kg/jam) dan steam (1145,6718 kg/jam). Sedangkan kebutuhan listrik disuplai oleh PT PLN sebesar 52,6649 kW. Berdasarkan hasil Analisa risiko, pabrik etil akrilat termasuk low risk. Sehingga didapatkan hasil evaluasi ekonomi menggunakan model ROI, BEP, dan DCFR bahwa pabrik menguntungkan dengan biaya produksi sebesar Rp740.561.426.016 dan total biaya penjualan Rp990.931.500.000. Nilai Return on Invesment (ROI) sesudah pajak untuk pabrik ini sebesar 25,53%, Pay Out Time (POT) sesudah pajak yaitu 2,7 tahun, sedangkan Break Even Point (BEP) sebesar 56,39%, dan Shut Down Point (SDP) sebesar 24,35%. Nilai-nilai tersebut menunjukan bahwa pabrik ini layak untuk dipertimbangkan pendiriannya dan dapat diteruskan ke tahap perencanaan pabrik.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectEtil akrilaten_US
dc.subjectEsterifikasien_US
dc.subjectAsam akrilaten_US
dc.subjectEtanolen_US
dc.subjectPerancangan Pabriken_US
dc.titlePrarancangan Pabrik Etil Akrilat dari Asam Akrilat dan Etanol dengan Kapasitas 45.000 Ton/Tahunen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22521069
dc.Identifier.NIM22521064


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record