Perbedaan Perilaku Pengambilan Resiko pada Wirausahawan Etnis Tionghoa, Etnis Jawa, dan Etnis Minang di Yogyakarta
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku pengambilan resiko pada wirausahawan etnis Tionghoa, Jawa dan Minang di Yogyakarta. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan perilaku pengambilan resiko pada wirausahawan etnis Tionghoa, Jawa, dan Minang. Wirausahawan etnis Tionghoa memiliki perilaku pengambilan resiko lebih tinggi dibandingkan dengan etnis Jawa dan Minang. Serta wirausahawan etnis Minang memiliki perilaku pengambilan resiko lebih tinggi dibandingkan dengan wirausahawan Jawa. Subjek penelitian adalah warga etnis Tionghoa, Jawa dan Padang (pria dan wanita) dengan kisaran umur 17-70 tahun, yang bekerja atau memiliki usaha di bidang perniagaan dan berdomisili di Yogyakarta. Subjek akan diambil secara purposive sampling yaitu sesuai dengan karakteristik yang telah ditentukan. Adapun skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala perilaku pengambilan resiko. Skala ini disusun sendiri oleh peneliti dengan mengacu pada aspek-aspek perilaku pengambilan resiko yang dikemukakan oleh As'ad (2002) yaitu keberanian menanggung resiko akibat dari keputusan yang sudah diambil, Atkinson (Sorentino & Hewitt, 1992) yaitu menyatakan memiliki orientasi pada kesuksesan, Sorentino & Hewitt (1992) yaitu menyatakan bahwa suka menguji tingkat kemampuan, Kagan dan Havemann (Puspita, 2003) yaitu memberi toleransi pada situasi atau tugas yang mencemaskan, dan Levenson (1990) yaitu suka mencari bentuk pengalaman baru. Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian bertujuan untuk menguji apakah terdapat perbedaan perilaku pengambilan resiko pada wirausahawan etnis Tionghoa, Jawa dan Minang di Yogyakarta. Berdasarkan perhitungan koefisiensi reliabilitas pada skala dalam penelitian ini, diketahui bahwa koefisiensi reliabilitas Alpha (a) untuk skala perilaku pengambilan resiko pada wirausahawan etnis Tionghoa, Jawa dan Minang sebesar 0,908. Hasil uji beda Oneway anova menunjukan angka F = 0,674 dengan P = 0,512 (p > 0,05) yang artinya tidak ada perbedaan perilaku pengambilan resiko antara wirausahawan etnis Tionghoa, Jawa, dan Minang. Hasil analisis data ini menunjukkan bahwa hipotesis yang dikemukakan oleh peneliti ditolak.
Collections
- Psychology [1337]
