Perbandingan Prescribed Daily Dose dengan WHO Defined Daily Dose pada Peresepan Antibiotik di Apotek Wilayah Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2010
Abstract
Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat memicu timbulnya resistensi antibiotik. Di apotek, belum ada pengaturan tentang penggunaan antibiotik dan peresepan antibiotik, sehingga sangat berpotensi menyebabkan resistensi. Resistensi terjadi karena penurunan sensitivitas antibakteri terhadap mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan Prescribed Daily Dose (PDD) dan Defined Daily Dose (DDD) di apotek wilayah Kabupaten Bantul, Provinsi DIY tahun 2010. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif. Sampel yang digunakan sebanyak 1200 resep yang terdapat di 5 apotek wilayah Bantul. Analisis kuantitatif penggunaan antibiotik dilakukan dengan menggunakan metode Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD) dan Prescribed Daily Dose (PDD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan selisih antara PDD dengan DDD. PDD yang lebih besar daripada DDD yaitu untuk jenis Doksisiklin dan Levofloksasin sebesar 100%, Amosiklav sebesar 90%, dan Amoksilin sebesar 50%, sedangkan PDD lebih kecil dibandingkan dengan DDD, yaitu kombinasi Sulfametoksazol-Trimetoprim sebesar 5%, Ampisilin dan Klindamisin masing-masing sebesar 25%, dan Sefadroksil, Sefixim, Kloramfenikol, dan Spiramisin masing-masing sebesar 50%.
Collections
- Pharmacy [2101]
