Pengaruh Edukasi berbasis Video terhadap Peningkatan Pengetahuan remaja tentang Pencegahan dan Pengendalian Diabetes Melitus di SMA Negeri 1 Sidareja
Abstract
Latar belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit yang memiliki
karakteristik hiperglikemia. Di Indonesia, prevalensi DM banyak yang terjadi pada
masa remaja, karena remaja merupakan kelompok yang berisiko terkena DM
sehingga dibutuhkan edukasi.
Tujuan: untuk mengetahui pengaruh edukasi berbasis media video terhadap
peningkatan pengetahuan siswa.
Metode: Desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest control
group design menggunakan teknik purposive sampling. Analisis univariat
digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik responden. Analisis bivariat
menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan rata-rata nilai pretest dan
posttest antar kelompok, uji Mann-Whitney untuk membandingkan skor posttest
antar kelompok, serta untuk mengetahui adanya hubungan antara karakteristik
responden dengan kenaikan tingkat pengetahuan responden dilakukan uji Fisher
Exact Test.
Hasil: Pada kelompok kontrol, tingkat pengetahuan meningkat dari dari 18,8%
menjadi 34,8%, sedangkan pada kelompok intervensi meningkat dari 22,1%
menjadi 82,4%. Hasil uji Wilcoxon secara signifikan terdapat perbedaan tingkat
pengetahuan antar kelompok (p-value < 0,001). Hasil uji Mann-Whitney
menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai posttest pada kedua
kelompok (p-value < 0,001). Selain itu, hasil uji Fisher Exact Test (p-value > 0,05),
artinya tidak terdapat hubungan antara karakteristik responden dengan tingkat
pengetahuan.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antar kelompok. Edukasi
menggunakan video animasi terbukti berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan.
Namun, tidak terdapat hubungan karakteristik responden dengan tingkat
pengetahuan.
Collections
- Pharmacy [2101]
