• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Mikroplastik PM2.5 dan PM10 Pada Udara Ambien di TPST Sendangsari, Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    21513112.pdf (3.171Mb)
    Date
    2026
    Author
    Sumarno, Yumna Zakiy
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi partikulat (PM2.5 dan PM10) serta karakteristik mikroplastik pada udara ambien di sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sendangsari, Kabupaten Sleman. Pengambilan sampel dilakukan di empat lokasi berbeda, yaitu TPST Sendangsari, SPPG Sendangrejo, Denokan, dan SD 2 Dalangan untuk melihat sebaran polutan dari sumber emisi ke pemukiman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPST Sendangsari merupakan lokasi paling tercemar dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 59,65 μg/m3, yang telah melampaui baku mutu nasional (55 μg/m3), sedangkan konsentrasi PM10 di seluruh titik masih memenuhi standar lingkungan. Selaras dengan data partikulat, kelimpahan mikroplastik tertinggi ditemukan di TPST Sendangsari, yakni sebesar 0,4626 partikel/m3 (918 partikel) pada PM10 dan 0,3450 partikel/m3 (684 partikel) pada PM2.5. Karakteristik mikroplastik didominasi oleh bentuk fragment dan warna hitam serta transparan, dengan rentang ukuran berkisar antara 0,01 mm hingga 2,01 mm. Dominasi bentuk fragment mengindikasikan adanya degradasi sekunder dari sampah plastik makro yang belum terolah sempurna dalam proses Refuse Derived Fuel (RDF). Analisis FTIR pada sampel PM2.5 di lokasi SPPG berhasil mengidentifikasi polimer Linear Low-Density Polyethylene (LLDPE), yang ditandai oleh gugus fungsi alkana (CH_2) pada bilangan gelombang 2916,37 cm-1 dan 2846,93 cm-1 . Faktor meteorologi teridentifikasi sebagai penggerak utama dinamika polutan; tekanan udara rendah (740,9 mmHg) dan suhu tinggi (31°C) di area TPST memicu pelepasan partikel ke atmosfer, sementara kecepatan angin hingga 6 m/s berperan dalam transportasi polutan menuju pemukiman. Sebaliknya, kelembapan tinggi (90%) memicu deposisi basah sebagai mekanisme pembersihan alami (natural scavenging).
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/64632
    Collections
    • Environmental Engineering [1887]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV