Analisis Risiko Kesehatan Paparan SO2 dari Emisi Insinerator di TPS3R Randu Alas Menggunakan Pendekatan Model Dispersi AERMOD
Abstract
TPS3R Randu Alas menggunakan insinerator sebagai metode
pengolahan residu sampah rumah tangga yang berpotensi menghasilkan
emisi sulfur dioksida (SO2). Penelitian ini bertujuan menganalisis
konsentrasi SO2 udara ambien, mengevaluasi emisi cerobong, memodelkan
dispersi SO2 menggunakan AERMOD, melakukan validasi model, serta
menganalisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL). Pengukuran udara
ambien dilakukan pada lima titik reseptor dan pengukuran emisi
menggunakan gas analyzer Testo 350. Pemodelan dilakukan menggunakan
AERMOD dengan data meteorologi tahun 2025 dan divalidasi
menggunakan data lapangan sebelum digunakan dalam ARKL terhadap 38
responden menggunakan pendekatan Risk Quotient (RQ).
Hasil pengukuran menunjukkan konsentrasi SO2 udara ambien
berada pada rentang 52,70-89,67 μg/m3 dan masih di bawah baku mutu 150
μg/m3. Namun, konsentrasi SO2 emisi terkoreksi sebesar 383,21 mg/Nm3
melebihi baku mutu emisi 210 mg/Nm3. Hasil pemodelan menunjukkan
konsentrasi maksimum periode 1 jam mencapai 185,7 μg/m3, sedangkan
periode 24 jam sebesar 71,3 μg/m3. Hasil validasi 6 parameter menunjukkan
model AERMOD memiliki kesesuaian yang baik terhadap kondisi lapangan
sehingga representatif digunakan dalam ARKL. Hasil ARKL menunjukkan
mayoritas masyarakat masih berada pada kategori aman (RQ < 1), namun
kelompok anak-anak memiliki nilai RQ tertinggi sebesar 0,958 sehingga
menjadi kelompok paling rentan terhadap paparan SO2.
Collections
- Environmental Engineering [1887]
