Internalisasi Nilai-nilai Sosial Profetik Kuntowijoyo dalam Pendidikan Agama Islam: Studi Kasus di Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu Magelang
Abstract
Pendidikan di Indonesia masih dilanda krisis mendasar yang
ditandai dengan kasus kekerasan, problem struktural-birokratis, dan
manipulasi religiusitas yang mengaburkan fungsi moralnya,
sehingga belum mampu menjadi kekuatan pembentukan karakter
dan transformasi sosial yang berkeadilan. Maka diperlukan
paradigma alternatif yang dapat mengembalikan pendidikan pada
perannya membentuk manusia berakhlak dan berkeadilan sosial.
Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk membuktikan
secara ilmiah bagaimana nilai-nilai sosial profetik (humanisasi,
liberasi, dan transendensi) yang digagas Kuntowijoyo
terinternalisasi dalam sistem pendidikan Islam dan praksis sosial
lembaga pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis
strategi internalisasi nilai-nilai sosial profetik Kuntowijoyo di
Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu Magelang, serta
implikasinya terhadap tranformasi masyarakat sekitar pesantren.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi yang dianalisis dengan langkah reduksi, penyajian, dan
verifikasi. Teknik penentuan informan yang digunakan adalah
purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi
internalisasi nilai sosial profetik Kuntowijoyo di Pesantren
Masyarakat Merapi–Merbabu (PM3) dilaksanakan melalui empat
mekanisme utama, pertama Panca Jiwa sebagai Sistem Nilai
Profetik, kedua Mekanisme Internalisasi melalui Pembiasaan Sosial,
ketiga Keteladanan, Aktivitas Yaumiyah dan Kontrol Budaya
Pesantren, keempat Integrasi Ilmu Diniyah, Ilmu Modern, dan
Kemandirian Hidup. Nilai-nilai sosial profetik di PM3 berimplikasi
terhadap transformasi sosial masyarakat Merapi–Merbabu. Pada
aspek humanisasi, terbangun relasi sosial yang inklusif dan
kolaboratif antara pesantren dan warga. Pada aspek liberasi, terjadi
penguatan kapasitas ekonomi dan pendidikan masyarakat melalui
program pemberdayaan dan akses pendidikan. Pada aspek
transendensi, meningkat kesadaran spiritual kolektif melalui
pengajian rutin, partisipasi ibadah, dan pendidikan keagamaan anak-
anak.
Collections
- Master of Islamic Studies [1824]
